Defisit Makin Kecil, Sri Mulyani Klaim Pengelolaan APBN Makin Baik

Suci Sedya Utami    •    Senin, 16 Apr 2018 15:29 WIB
defisit anggaranapbn 2018
Defisit Makin Kecil, Sri Mulyani Klaim Pengelolaan APBN Makin Baik
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit keseimbangan primer sepanjang kuartal I-2018 sebesar Rp17,3 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kian tahun, posisi defisit keseimbangan primer makin mengecil.

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani menyebutkan tahun lalu di periode yang sama tercatat sebesar Rp38,7 triliun, dan di 2016 tercatat Rp90,4 triliun.

"Keseimbangan primer sampai 31 Maret 2018 jauh lebih kecil," kata Ani di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Defisit keseimbangan primer menandakan adanya pinjaman atau utang yang digunakan untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo pada tahun tersebut. Sehingga, ibarat gali lubang tutup lubang, utang pemerintah digunakan untuk membayar atau mencicil utang di masa lalu, atau bukan digunakan untuk kegiatan produktif.

Menilik capaian tersebut, artinya utang yang dilakukan untuk kebutuhan membayar utang yang jatuh tempo makin kecil jumlahnya.

Di sisi lain, defisit anggaran tercatat sebesar 0,58 persen dari atau secara nominal sebesar Rp85,3 triliun. Adapun target defisit anggaran sepanjang tahun sebesar 2,19 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau Rp325,9 triliun.

Ani mengatakan, capaian defisit anggaran juga mengalami penurunan dari periode yang sama tahun lalu sebesar 0,76 persen  atau secara nominal Rp103,8 triliun. Serta di 2016 mencapai 1,13 persen atau Rp143,4 triliun.

Ani mengatakan penurunan defisit terseburt menunjukkan upaya pemerintah yang terus menjaga APBN agar makin sehat dengan juga memperhatikan berbagai risiko dan antisipasi yang datang baik dari dalam maupun luar negeri.

"Jadi kelihatan sekali tren APBN kita makin baik dan kuat," jelas Ani.

 


(AHL)