Menkeu Ingatkan Bawahan tentang Sumpah Tidak Terima Suap

Suci Sedya Utami    •    Senin, 28 Nov 2016 12:40 WIB
kementerian keuangan
Menkeu Ingatkan Bawahan tentang Sumpah Tidak Terima Suap
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: youtube)

Metrotvnews.com, Depok: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku sebagai seorang pimpinan maka dirinya harus selalu mengingatkan pegawainya untuk mengingat kembali sumpah jabatan ketika dilantik. Pernyataan itu berkaitan dengan tertangkapnya salah satu pegawai Ditjen Pajak oleh KPK dalam dugaan kasus suap di bidang perpajakan.

Dalam kuliah umum di depan mahasiswa di UI Depok, Ani mengingat ketika pegawai pemerintah dilantik pasti ada pembacaan sumpah. Dirinya, sebagai seorang pimpinan, sudah berulangkali melantik dan membacakan sumpah yang kemudian diikuti pegawai yang dilantik.

Sepenggal sumpah tersebut, kata Ani, yakni berisi mengenai janji bahwa tak akan menerima sesuatu dari siapapun, juga dalam bentuk apapun terutama yang bersangkutan dengan pekerjaan dan merupakan bentuk gratifikasi.

Baca: Sri Mulyani akan Perketat Penempatan Pegawai Kemenkeu

"Kalau kita sebagai pimpinan, harus tetap membantu mereka untuk tetap ingat pada sumpahnya," kata Ani, Senin (28/11/2016).


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: youtube)

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, hal tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap para pegawai. Menurut Ani, jika para pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki kesadaran sendiri mengenai janji tersebut maka dirinya tidak usah langsung turun tangan.

Baca: 10 Tahun Diterapkan, Menkeu Belum Puas dengan Hasil Skema PPP

Namun, ia mengatakan, karena pegawainya perlu dilayani layaknya manusia biasa maka dirinya harus turun tangan. Apalagi, Ani mengingatkan, biasanya seseorang ketika mencapai kemenangan yakni dengan naik jabatan dan dilantik maka berpotensi menuai banyak godaan. Maka perlu untuk diawasi karena bisa saja terlena.

Baca: OTT Pajak Bikin Kredibilitas Kementerian Keuangan Ternodai

"Kalau saya punya 72.000 staf di Kemenkeu punya pikiran seperti itu (kesadaran sendiri), that's really an asset. Tapi hanya mengandalkan pada kesadaran sendiri enggak cukup, maka dibantu dengan sistem monitoring, check and balances, opennes, and transparancy. Kalau kita enggak berniat jelek, semakin terbuka semakin baik kan," pungkas Ani.

 


(ABD)