Indonesia Dinilai tak Perlu Turunkan Tarif Pajak

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 17 Mar 2017 16:29 WIB
pajak
Indonesia Dinilai tak Perlu Turunkan Tarif Pajak
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak masyarakat melakukan penghindaran pajak di negara asli, salah satunya disebabkan karena tarif pajak yang lebih tinggi dibanding negara lain.

Indonesia merupakan negara yang banyak dirugikan dari adanya kegiatan penghindaran pajak. Lantas apa Indonesia harus juga menurunkan tarif pajaknya?

Director International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD) Tax Services and Member of the IBFD Board of Management Victor van Kommer menilai, sebetulnya Indonesia memiliki pasar dan populasi yang besar yang dinilai oleh para investor sebagai hal yang positif.




Menurut Victor, sejatinya para investor bukan hanya berfikir mengenai tarif yang murah, tapi juga bagaimana stabilitas politik dan juga kebijakan otoritas pajak. Semua investor berfikir untuk jangka panjang, mereka tak mau, jika setiap bergantinya kepemimpinan, maka kebijakannya ikut berganti.

"Pada intinya, investor ingin menemui stable tax regime," kata Victor ditemui di kantor pusat DJP, Jakarta Pusat di sela-sela workshop international tax planning, di Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Dalam kesempatan yang sama, IBFD Principal Research Associate Boyke Baldewsing sependapat dengan Victor, bahwa Indonesia tak harus mengikuti tarif rendah yang diterapkan negara-negara pengumpul pajak macam Panama, Cayman Island dan lain sebagainya.

"Kita (Indonesia) tak perlu menurunkan tarif rendah, karena kita memiliki pangsa yang besar," kata Boyke.

Namun, lanjur Boyke, ada beberapa sektor yang memang Pemerintah perlu memberikan insentif pajak. Sekadar informasi, riset McKenzie menyebutkan sekira Rp4.000 triliun dana WNI berada di luar negeri.


(AHL)