Diskon Harga Batu Bara Berpotensi Hilangkan Penerimaan Rp6 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 09 Mar 2018 14:34 WIB
batu barapenerimaan pajak
Diskon Harga Batu Bara Berpotensi Hilangkan Penerimaan Rp6 Triliun
Ilustrasi tambang batu bara. (FOTO: ANTARA/Nova Wahyudi)

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghitung adanya potensi kehilangan penerimaan negara dari penyesuaian harga batu bara untuk listrik dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menyebutkan potensi kehilangannya bisa mencapai Rp6 triliun yakni dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"DMO batu bara yang lost-nya itu sekitar Rp1 triliun-Rp2 triliun untuk PNBP, dan pajak Rp3 triliun-Rp4 triliun," kata Askolani di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Maret 2018.

Potensi kehilangan ini karena royalti yang dibayarkan oleh perusahaan penjual batu bara berkurang, sebab harga jual batu bara menjadi rendah setelah ada penetapan aturan tersebut.

Royalti yang disetorkan perusahaan akan sangat bergantung pada besar kecilnya harga batu bara yang dijual. Dalam aturan tersebut PLN diberikan relaksasi atau diskon untuk membeli batu bara dari harga normal USD100 per metrik ton menjadi USD70 per metrik ton.

Lebih jauh, kata Askolani, meski terjadi potensi kehilangan, sebetulnya untuk PNBP juga ada potensi penerimaan yakni sekitar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.

"Di sisi lain pemerintah masih mendapatkan gap, total bisa sampai 400 juta ton. Kelebihannya bisa sampai Rp1 triliun-Rp2 triliun, jadi bisa mengompensasi," jelas dia.

 


(AHL)