BI Nilai Penurunan Cadangan Devisa Wajar

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 08 Nov 2017 15:44 WIB
cadangan devisa
BI Nilai Penurunan Cadangan Devisa Wajar
Illustrasi. MI/Usman.

Metrotvnews.com, Surabaya: Bank Indonesia (BI) menyebut jika penurunan cadangan devisa bukan hal yang aneh dan merupakan kewajaran. Hal ini karena cadangan devisa merupakan bantalan yang dimiliki oleh bank sentral ketika terjadi outflow (aliran dana keluar).

Sebelumnya, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2017 tercatat USD126,5 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2017 tersebut turun USD2,9 miliar dibandingkan akhir September 2017 yang sebesar USD129,4 miliar.

"Jadi ya wajar pada saat ada pembalikan modal (outflow) kita alakukan stabilisasi nilai tukar dan menggunakan cadangan devisa," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo ditemui di Grand City Conventiom Center, Surabaya, Rabu 8 November 2017.

Dirinya menambahkan, penurunan cadangan devisa karena BI melakukan intervensi pasar ketika terjadi pelemahan mata uang rupiah beberapa waktu lalu. Saat itu, rupiah tertekan oleh rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, the Fed.

"Pada saaat kemarin ini gonjang-ganjing global khususnya di AS yang ada pembalikan modal ya wajar kita lakukan stabilisasi nilai tukar dan jug la menggunakan cadangan devisa (sehingga) turun 12 koma sekian," jelas dia.

Namun posisi cadangan devisa tersebut masih cukup membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. 

"Kita bisa gunakan inidikator IMF julmah cadangan devisa kita 127 persen dari IMF parametrik dari besarnya pembalikan. Jadi 100 pun sudah cukup, kita sudah punya 126 jadi jauh lebih cukup," pungkasnya.



(SAW)