Kecenderungan Pengetatan Kebijakan Moneter Dinilai Tetap Tinggi

   •    Sabtu, 07 Jul 2018 19:05 WIB
bank indonesiaekonomi indonesia
Kecenderungan Pengetatan Kebijakan Moneter Dinilai Tetap Tinggi
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) telah bersuara lantang dalam beberapa bulan terakhir dan menekankan pada kebutuhan untuk mempertahankan volatilitas pasar, terutama mendukung mata uang rupiah. Intervensi nilai tukar dilakukan secara aktif dan diiringi pembelian obligasi disertai dengan kenaikan suku bunga acuan.

Economist DBS Group Research Radhika Rao menjelaskan kecenderungan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut tetap tinggi, sedini peninjauan kebijakan pada 29 Juni sebagai base case yang DBS Bank perkirakan akan mengalami jeda karena kenaikan di masa lalu.

"Kenaikan (suku bunga acuan) 25-50 bps lagi tidak dapat dikesampingkan pada sisa 2018," tutur Radhika Rao, seperti dikutip dari riset DBS Group Research, Sabtu, 7 Juli 2018, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang mengarah pada jalur kebijakan yang seimbang dan penuh kehati-hatian.



Sementara perangkat kebijakan moneter, tambahnya, ditargetkan untuk memulihkan stabilitas keuangan dan menahan volatilitas mata uang di mana pihak berwenang memastikan bahwa perangkat kebijakan non-moneter akan digunakan untuk menjaga risiko penurunan terhadap pertumbuhan.

Di sisi lain, ia menilai, Indonesia dan India menghadapi terpaan angin yang sama di saat risk appetite lemah. Investor jelas sensitif terhadap ekonomi yang menghadapi defisit kembar, yang menggarisbawahi perlunya dukungan pembiayaan yang memadai. Sementara Foreign Direct Investment (FDI) adalah sumber dukungan yang lebih baik.

"Aliran portofolio datang dengan cepat dan tebal pada tahun lalu, memperoleh keuntungan dari bank-bank sentral global yang akomodatif dan didorong oleh kepentingan perdagangan. Hasilnya, mata uang dihargai, meskipun pihak berwenang mengintervensi untuk memperlambat laju kenaikan," pungkasnya.

 


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA