Harga Eceran Tertinggi Disebut tak Memihak Petani

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 03 Aug 2017 14:45 WIB
berita dpr
Harga Eceran Tertinggi Disebut tak Memihak Petani
Petani membersihkan gabah dari sisa jerami setelah dipisah menggunakan mesin perontok padi di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (31/7/2017). Antara Foto/Destyan Sujarwoko/kye/17

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritisi penetapan harga eceran tertinggi (HET) kebutuhan pokok yang dibuat Kementerian Perdagangan. Kebijakan itu dianggap merugikan produsen.

"HET ini kan membatasi keuntungan. Di satu sisi bagus bagi konsumen, di sisi lain bagi produsen bisa saja merugikan," kata Fadli di gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis 3 Agustus 2017.

Pria yang juga menjabat Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu menilai, HTE sangat memberatkan petani. Saat ini, harga gabah relatif rendah.

"Harga dasar gabah, gabah kering panen, harga kering giling, dan beras. Sekarang ini, harga gabah kering panen dan giling relatif rendah untuk para petani mendapatkan insentif keuntungan," ujar Fadli.

Dia lebih setuju pemerintah membuat kebijakan yang menguntungkan petani melalui penetapan harga dasar gabah. Menurut Fadli, harga dasar gabah sama pentingnya dengan HET.

"Justru yang penting itu harga dasar," tandas dia.


(TRK)