Kawal Asumsi Makro, Cara Sri Mulyani agar Kelola APBN Terarah

Nia Deviyana    •    Selasa, 08 Jan 2019 16:23 WIB
apbnekonomi indonesia
Kawal Asumsi Makro, Cara Sri Mulyani agar Kelola APBN Terarah
Menkeu Sri Mulyani. (MI/Permana).

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mengupayakan pengelolaan APBN secara terarah agar tidak menjadi sumber ketidakpastian baru yang meningkatkan risiko ekonomi. 

Seperti diketahui, ketidakpastian global diperkirakan masih akan berlanjut pada 2019, di mana pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok diramal akan mengalami perlambatan. Hal ini sedikit banyak bakal memberi dampak bagi perekonomian Indonesia.

Adapun langkah untuk memastikan APBN terkelola dengan baik yakni dengan mengawal asumsi ekonomi makro yang rentan terhadap situasi global sehingga berpengaruh pada penerimaan negara. 

"Salah satu asumsi makro itu ada di nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dalam APBN 2019 ditetapkan sebesar Rp15 ribu. Padahal saat ini ada tren penguatan rupiah," ujar Ani, sapaannya dalam diskusi Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Selasa, 8 Januari 2019.

Selain itu, asumsi makro lain yang perlu dicermati yakni harga minyak mentah dunia yang ditetapkan sebesar USD70 per barel. Menurut Ani, harga minyak cenderung tidak setinggi yang diproyeksikan karena produsen minyak AS tengah mengalami surplus.

"AS sebagai produsen saat ini sedang mengalami surplus migas sehingga permintaan minyak berpotensi menurun. Jadi harga minyak mungkin tidak setinggi awal 2018," pungkasnya.

 


(SAW)