OECD Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2019

Desi Angriani    •    Jumat, 12 Oct 2018 14:56 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
OECD Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2019
Head of the Indonesia/Switzerland Desk in the OECD's Economics Department Christine Lewis (tengah). Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Jakarta: Survei ekonomi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan tetap sehat atau berada di level 5,3 persen. Kondisi tersebut tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi yang masih solid di kisaran lima persen sejak 2013 lantaran didorong sektor konsumsi dan investasi infrastruktur.

"Pertumbuhan diproyeksikan akan tetap sehat. Pada 2019, PDB Indonesia sekitar 5,3 persen," kata Head of the Indonesia/Switzerland Desk in the OECD's Economics Department Christine Lewis, dalam sebuah seminar, di LPEM FEB UI, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut Christine sehatnya ekonomi Indonesia ditopang oleh kebijakan moneter dan kondisi fiskal yang berhasil menyeimbangkan pertumbuhan dan stabilitas. Di sisi lain, angka kemiskinan dan ketimpangan semakin menurun, sedangkan akses pada layanan publik makin meluas. 

"Setelah menurunkan suku bunga acuan di 2016-2017 guna menopang pertumbuhan ekonomi, kini Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan demi memperlambat aliran modal keluar," imbuh dia.

Baca juga: OECD: Utang Indonesia Tergolong Rendah

Selain itu, defisit anggaran diperkirakan menurun pada 2018 dan 2019. Hal ini akan memberi kelonggaran lebih besar terhadap batas yang ditentukan undang-undang sebesar tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Inflasi tahunan juga berada di tengah-tengah rentang 3,5 persen plus minus satu persen," imbuh dia.

Namun demikian, aliran modal keluar terkait pengetatan moneter di Amerika Serikat perlu diantisipasi. Pasalnya modal keluar yang besar membuat kenaikan suku bunga menjadi besar sehingga memperlambat pertumbuhan. 

Baca juga: Efisiensi Investasi Publik Tingkatkan 6,5% Nilai Aset Indonesia

Sisi positifnya, reformasi peraturan dan penambahan infrastruktur yang telah dilakukan dapat meningkatkan investasi dan mempercepat ekspor.

"Risiko negatif yang penting dalam proyeksi ini adalah aliran modal keluar," pungkas dia.




(HUS)


Pameran Seni Kontemporer Art Bali

Pameran Seni Kontemporer Art Bali

1 hour Ago

Pameran seni rupa kontemporer Art Bali menjadi salah satu venue yang menarik perhatian delegasi…

BERITA LAINNYA