Pagi Ini, Menkeu Luncurkan Program Percontohan Kredit Ultra Mikro

Suci Sedya Utami    •    Senin, 14 Aug 2017 06:46 WIB
perbankanukmkreditkredit ultra mikro
Pagi Ini, Menkeu Luncurkan Program Percontohan Kredit Ultra Mikro
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti (AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)

Metrotvnews.com, Bogor: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama empat Menteri Kabinet Kerja pagi ini, Senin 14 Agustus 2017, bakal meluncurkan program percontohan pemberian akses kredit pada usaha ultra mikro atau usaha mikro yang berada di level paling bawah.

Program ultra mikro ini merupakan sinergi yang dilakukan para menteri dalam rangka mengangkat ekonomi rakyat melalui inklusi keuangan. Pilot procect dilakukan di 19 kabupaten kota di seluruh Indonesia. Pilot project ini akan diluncurkan Ani, sapaan akrabnya, di Desa Angin Pasir, Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, empat menteri lainnya yakni Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan berada di Cawang Jakarta Timur, Menteri KKP Susi Pudjiastuti berada di Tanjung Priok, Menkop UKM AAGN Puspayoga di Bojonegoro Jawa Timur, dan Menkominfo di Cibubur Jakarta Timur.



Sedangkan di daerah lainnya akan diwakilkan oleh kepala daerah masing-masing. Semua menteri dan kepala daerah akan terhubung dalam layanan teleconference. Plt Kepala Pusat Investasi Pemerintah Syahrir Ika menjelaskan selama ini ada sedikitnya 61 juta usaha yang masuk dalam kategori UMKM.

Dari angka tersebut, hanya 17 juta yang bisa mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sementara sisanya 44 juta belum mendapat akses pembiayaan dari perbankan.

Syahrir menjelaskan alasan mengapa jumlah tersebut belum mendapat akses pembiayaan. Sebab, perbankan selama ini meminjamkan atau menyasar untuk memberikan kredit pada usaha yang memenuhi persyaratan yakni adanya aset tetap yang digunakan untuk agunan atau jaminan.

Sementara usaha ultra mikro kebanyakan merupakan masyarakat yang berada di kelas ekonomi paling rendah. "Sebanyak 61 juta usaha tergolong UMKM, sebagian dari mereka berada di ultra mikro seperti pedagang rokok, pedagang mie ayam. Mereka enggak miliki aset tetap seperti agunan," kata Syahrir.

Berbeda dengan KUR atau kredit komersial, kredit ultra mikro bisa diakses masyarakat tanpa adanya jaminan seperti yang diperuntukkan pada KUR.

 


(ABD)