Sri Mulyani Gelar Forum Ekonomi Internasional AIFED

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 07 Dec 2017 13:21 WIB
kementerian keuanganimf-world bank
Sri Mulyani Gelar Forum Ekonomi Internasional AIFED
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terpaksa memindahkan acara the 7th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) ke Jakarta.

Acara tahunan ekonomi dunia yang biasanya digelar di Bali harus dipindah ke Jakarta Conventional Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Desember 2017 akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung.

"Konferensi ini merupakan rangkaian kita menjadi tuan rumah pertemuan IMF-World Bank yang membahas berbagai isu kebijakan. Seharusnya acara ini ada di Bali, tapi karena peningkatan aktivitas Gunung Agung, menyebabkan kita pindah ke Jakarta," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

AIFED merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Kemenkeu dengan pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) dan Asian Development Bank (ADB), serta dukungan dari ADB Institute.

Forum ekonomi tersebut mengambil tema Riding The Waves of Technological Change: The Way Forward to Drive Productivity and Alleviate Inequality. Menurut Sri Mulyani, forum ekonomi tersebut akan menjelaskan gelombang perubahan teknologi.

"Dengan demikian, pembuat kebijakan dapat merespons dan tetap menjaga manfaat dari teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi potensial risiko dari perubahan itu dalam bentuk kesenjangan antarsektor, antarkelompok ekonomi," ujar Ani.

Gelaran AIFED tahun ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai dampak perubahan teknologi terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk Indonesia, serta upaya kebijakan yang diperlukan.

Adapun dengan mendorong peran teknologi dalam meningkatkan kualitas perekonomian nasional, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi ketimpangan ekonomi.

AIFED dihadiri sekitar 300 peserta, di antaranya perwakilan dari negara ASEAN, pelaku usaha, akademisi, ekonom, dan institusi internasional. Tahun ini, forum ekonomi yang berlangsung pada 7-8 Desember tersebut menghadirkan pembicara ternama Kaushik Basu dari Cornell University dan Ricardo Hausmann dari Harvard Kenedy School of Government.


(AHL)