Tambahan Potongan Gaji PNS untuk Pensiunan Belum Diputuskan

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 09 Mar 2018 14:46 WIB
pnsdana pensiun
Tambahan Potongan Gaji PNS untuk Pensiunan Belum Diputuskan
Ilustrasi. (Foto: MI/Angga Yuniar).

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan belum ada keputusan terkait pemotongan gaji aparatur sipil negara (ASN) yang di dalamnya termasuk pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 15 persen karena adanya perubahan skema pensiun dari pay as you go ke fully funded.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan sebenarnya rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian dan diskusi di lintas kementerian.

"Belum selesai izinnya, belum ada hasil final dari kebijakan itu. Masih open to disscuss di lintas kementerian," kata Askolani singkat di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Maret 2018.

Skema fully funded bertujuan untuk meringankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang membayar dana pensiuan PNS melalui sistem pay as you go.

Baca: Skema Dana Pensiun PNS Fully Funded Diterapkan Tahun Ini

Selama ini, iuran 4,5 persen dari gaji pokok para PNS tiap bulan yang dibayarkan dianggap tidak cukup membiayai dana pensiunan. Sehingga APBN harus terbebani untuk menutup dana yang sebesar 75 persen dari gaji pokok PNS itu.

Perbedaan utama model lama dan baru skema pensiun PNS adalah besaran iuran yang dipotong dari gaji setiap bulan. Model baru akan jauh lebih besar. Dana pensiun sepenuhnya berasal dari iuran gaji PNS. Tidak ada lagi sokongan APBN.

Data dari paparan rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS Kementerian PAN-RB menyebutkan, belanja pensiun di APBN 2016 mencapai Rp103,26 triliun. Tahun ini belanja pensiun membengkak jadi Rp107,98 triliun. Jika skema pay as you go dilaksanakan terus-menerus, pada 2074 belanja pensiun di APBN mencapai Rp248,56 triliun.

Menteri PAN-RB Asman Abnur sebelumnya menargetkan skema baru pembiayaan dana pensiun sudah dapat diberlakukan bagi para PNS baru mulai tahun ini. Sementara untuk yang lama, kata dia, akan diberlakukan dua skema pembayaran, di mana masa kerjanya terdahulu akan dibayarkan lewat skema pay as you go, sementara sisanya sampai pensiun akan mengikuti skema fully funded.

 


(AHL)