Kelas Menengah & Digital Sokong Ekonomi Indonesia di 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 14 Nov 2017 12:38 WIB
ekonomi indonesia
Kelas Menengah & Digital Sokong Ekonomi Indonesia di 2018
UOB Indonesia's Economic Outlook 2018. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Jakarta: Perekonomian digital diperkirakan bakal terus meningkat dan menjadi salah satu pendorong besar bagi ekonomi Indonesia di 2018. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan juga akan dibantu oleh pertumbuhan kelas menengah.

"Ekonomi digital diperkirakan akan terus menjadi salah satu fokus pemerintah lndonesia ke depan‎. Kelas menengah juga akan memberikan dorongan yang kuat bagi ekonomi Indonesia," kata Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja, ditemui di acara 'UOB Indonesia's Economic Outlook 2018', di Hotel Shangri-La, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 14 November 2017.

Dia memaparkan, kontribusi e-commerce bagi PDB di 2020, diperkirakan tumbuh sebesar 10 persen. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia yang menjadi pusat perdagangan elektronik di ruang lingkup ASEAN.

Enrico menyebutkan, UOB Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,3 persen di 2018. Selain ekonomi digital dan kelas menengah, ekonomi Indonesia pada tahun depan juga akan dibantu oleh ‎konsumsi swasta, pertumbuhan pembelanjaan investasi, serta peningkatan kinerja ekspor.

Indonesia, lanjut Enrico, memiliki kekuatan fundamental yang cukup baik demi menyokong ekonomi Indonesia ke depannya. Adapun di kuartal III-2017, permintaan konsumsi swasta stabil di posisi lima persen, belanja investasi meningkat 7,1 persen, dan ekspor naik 17,3 persen.

"Terus membaiknya pertumbuhan ekonomi global, perbaikan harga komoditas, serta berbagai program infrastruktur domestik diyakini akan mendukung momentum pertumbuhan tahun depan," tutur Enrico.

Dia menambahkan, kerja keras Pemerintah Indonesia meningkatkan iklim investasi juga akan memberikan dampak yang positif bagi ekonomi Indonesia. "Paket kebijaan ekonomi yang ke-16 juga mendorong eonomi Indonesia di tahun depan," pungkas Enrico.‎

 


(AHL)