BI Tunjuk KSEI sebagai SID Generator Pemegang SBN & Surat Berharga

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 23 Sep 2016 09:33 WIB
ksei
BI Tunjuk KSEI sebagai SID Generator Pemegang SBN & Surat Berharga
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi (kanan). (FOTO: Dokumentasi KSEI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menunjuk PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk  menerapkan Nomor Identitas Tunggal Investor atau Single Investor Identification (SID) bagi pemilik Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga (SB) yang diterbitkan oleh BI.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI Bramudija Hadinoto dan Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi disaksikan oleh Direktur Pengawas Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Khoirul Muttaqien, Kepala Grup Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran Erry Setiawan serta Direksi KSEI Syafruddin dan Supranoto Prajogo.

"Dengan adanya Perjanjian Kerja Sama ini, KSEI berharap administrasi dan penatausahaan pemilik SBN dan SB lainnya dapat lebih teratur dan efisien sehingga memudahkan bagi Regulator dalam melakukan monitoring atas kepemilikan dan transaksi SBN dan SB lainnya. Selain itu hal ini juga merupakan tahap perluasan SID yang sebelumnya diwajibkan bagi nasabah pemilik Efek dan Reksa Dana," kata Friderica dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Sementara itu, Bramudija berharap, depannya semua produk investasi akan memiliki SID jadi tidak tertutup hanya untuk nasabah pemilik SBN dan SB lainnya saja. BI dan KSEI juga berkomitmen selalu menjaga kerahasiaan data dan atau informasi Investor Surat Berharga, termasuk pengamanan yang memadai terhadap aplikasi penatausahaan SID.

Penerapan SID bagi pemilik SBN dan SB yang diterbitkan BI secara resmi akan di implementasikan pada 3 Oktober 2016 oleh bank sentral. Hal ini sekaligus merupakan langkah baru bagi KSEI yang sebelumnya juga telah berhasil menerapkan SID bagi nasabah pemilik Efek yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan SID bagi nasabah Reksa Dana.

Penerapan SID bagi investor pemegang SBN dan SB ini tidak hanya diterapkan pada investor yang dibukakan Sub Rekening Efek di KSEI sebagai Sub Registry. Sesuai surat edaran BI nomor 17/31/DPSP tanggal 13 November 2015 perihal Penyelenggaraan Penatausahaan Surat Berharga melalui Bank Indonesia-Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), kewajiban penerapan SID ini juga berlaku untuk semua Sub Registryanggota BI-SSSS. Saat ini tercatat ada 18 Sub Registry dengan total 112.834 nasabah pemilik SBN dan SB yang telah dibuatkan SID.

Penunjukkan KSEI sebagai SID generator ditegaskan juga melalui surat persetujuan OJK nomor S-432/D.04/2016 tanggal 19 Agustus 2016 perihal Persetujuan KSEI sebagai generator SID SBN dan surat berharga lain serta penyampaian informasi SID SBN dan Surat Berharga Lain dari KSEI kepada Bank Indonesia.

"Berdasarkan hal tersebut, maka Sub Registry wajib menyampaikan data pemilik SBN dan SB lainnya kepada KSEI untuk dibuatkan SID dan selanjutnya Sub Registry melaporkan pemilik SBN dan SB lainnya dengan dilengkapi SID kepada BI," jelas Friderica.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA