Pengembangan Keuangan Syariah Butuh Dukungan Semua Sektor

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 11 Dec 2018 23:36 WIB
bank indonesiaekonomi syariah
Pengembangan Keuangan Syariah Butuh Dukungan Semua Sektor
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Medcom/Husen M.

Surabaya: Bank Indonesia (BI) mengakui keuangan syariah di Indonesia masih bisa dikembangkan lebih jauh. Hanya saja bank sentral tak bisa sendirian mengembangkan keuangan syariah sebab dibutuhkan kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga lainnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, hingga Kementerian Keuangan. Salah satunya memanfaatkan instrumen keuangan syariah untuk pembiayaan infrastruktur.

"Agar pembiayaan infrastruktur ini bisa dibiayai oleh instrumen keuangan syariah. Kita dorong bersama instansi terkait, memperbesar sektor ekonominya," kata dia di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Selasa, 11 Desember 2018.

Dirinya menambahkan, kerja sama dengan berbagai pihak diharapkan bisa mendongkrak pangsa pasar keuangan syariah. Ditargetkan sampai dengan 2023, pangsa pasar keuangan syariah bisa meningkat hingga 20 persen dari sekarang sekitar 8,4 persen.

"Inginnya lima tahun yang akan datang keuangan syariah pangsanya secara keseluruhan bisa 20 persen. Itu bukan perbankan saja, tapi pasar modal, pembiayaan, maupun keuangan sosial seperti wakaf dan zakat yang kita kembangkan," jelas dia.

Tak hanya itu, BI juga berencana menerbitkan Sukuk Bank Indonesia guna memperbaiki pangsa pasar keuangan syariah. Berbagai upaya yang telah dilakukan diharapkan bisa kembali mengangkat pangsa pasar keuangan syariah dari sebelumnya hanya berkutat di level lima persen.

"Dulu itu pangsanya itu cuma mentok lima persen saja, tapi alhamdulillah dengan penerbitan instrumen keuangan syariah itu sudah bisa naik jadi delapan persen. Ini tentu akan kita dorong juga, dan tidak menjadi suatu alasan untuk naik menjadi double digit," pungkasnya.


(SAW)