Menkeu Nilai Kontribusi Konsumsi terhadap PDB Masih Kecil

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 29 Sep 2017 17:49 WIB
pertumbuhan ekonomi
Menkeu Nilai Kontribusi Konsumsi terhadap PDB Masih Kecil
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, kontribusi konsumsi yakni sebesar 57 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan angka tersebut bukanlah angka yang besar. Sebab, di negara-negara maju, kontribusi konsumsi mencapai 70 persen dari PDB.

"Konsumsi di Indonesia mencapai 57 persen. Apakah itu termasuk besar? Enggak juga," kata Ani saat menghadiri acara konvensi Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia, di Ballroom Pertamina Pusat, Jakarta Pusat, Jumat 29 September 2017.

Ani mengatakan itulah mengapa di dalam suatu perekonomian, para pengambil kebijakan (policy makers) memiliki tugas untuk memastikan bahwa rumah tangga di Indonesia memiliki kemampuan untuk belanja dengan dijamin pendapatan yang cukup.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, pendapatan bukanlah hadiah, namun lahir dari produktivitas. Oleh karenanya, banyak negara maju yang berfikir bagaimana menciptakan rumah tangga yang bisa mensuplai tenaga kerja dengan produktivitas yang tinggi dengan teknologi yang sudah didukung oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tinggi.

Sementara di negara yang masih menengah atau cenderung miskin memikirkan bagaimana menciptakan kualitas pendidikan sehingga nantinya bisa membuat manusianya menjadi produktif.

"Inilah yang menyebabkan kenapa Pemerintah Indonesia terus menerus berbicara tentang mengurangi kemiskinan, kesenjangan, akses pendidikan yang dianggap menjadi penting," jelas dia.


(AHL)