OJK Sambut Positif Kenaikan Rating Moody

   •    Selasa, 13 Jun 2017 20:55 WIB
perbankan
OJK Sambut Positif Kenaikan Rating Moody
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad . (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai langkah lembaga pemeringkat Moody's Service yang menaikkan prospek industri perbankan Indonesia dari stabil ke positif akan menambah keyakinan pelaku industri dan investor bahwa kinerja perbankan 2017 akan jauh lebih baik dibanding 2016.

"Kenaikan prospek ini akan menjadi modal pertengahan tahun ini untuk kerja lebih optimistis," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad usai peluncuran Peta Jalan Pengembangan Keuangan Syariah di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa 13 Juni 2017.

Meningkatnya kepercayaan lembaga pemeringkat, kata Muliaman, secara perlahan akan mengakselerasi kinerja industri perbankan, yang pada Mei 2017 sudah mencatatkan pertumbuhan kredit hingga 10,39 persen.

"Sangat berdampak, tapi pelan-pelan, tidak bisa langsung terasa," ujarnya.

OJK masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan tahun ini di 9-12 persen.

Pada Juni 2017 ini, OJK akan mengevaluasi proses realisasi Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk menentukan kebijakan dalam semester II-2017.

Moody's, lembaga pemeringkat rating internasional, memandang perbaikan kualitas aset dan lingkungan operasional sistem perbankan nasional telah membaik, serta selalu mendapat dukungan yang memadai dari pemerintah.

Hal itu membuat Moody's, salah satu dari tiga lembaga pemeringkat internasional terkemuka, menaikkan prospek (outlook) perbankan Indonesia dari stabil ke positif.

"Perbankan Indonesia mendapat manfaat dari perbaikan sistem operasional dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, seiring dengan pulihnya pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan kebijakan makroekonomi dan menguatnya pasar komoditas strategis," kata Vice President dan Senior Credit Officer Moody's Srikanth Vadlamani dalam publikasi resminya, Selasa.

Moody's, menurut Vadlamani, memerkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2017, dan akan meningkat lagi menjadi 5,3 persen pada 2018 mendatang. Angka tersebut lebih baik dibanding realisasi pertumbuhan PDB pada 2016 yakni di kisaran lima persen.


(SAW)