Kedatangan Wapres AS Jadi Sarana Perdagangan dan Investasi

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 20 Apr 2017 13:52 WIB
investasiperdaganganekonomi indonesia
Kedatangan Wapres AS Jadi Sarana Perdagangan dan Investasi
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence beserta delegasinya ke Indonesia akan dijadikan sebagai sarana memperkuat hubungan bilateral, terutama dibidang perdagangan dan investasi. Hal itu dinilai penting karena berkaitan erat dengan momentum pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengaku telah mendapatkan jadwal untuk bertemu dengan delegasi negeri Paman Sam tersebut untuk membicarakan mengenai kegiatan ekspor dan impor kedua negara dan mengenai minat investasinya ke Indonesia.

"Terutama mengenai perdagangan dan investasi. Kita juga ingin menyampaikan bagaimana untuk meningkatkan perdagangan kita keluar. Dan sebaliknya juga," kata Rosan, usai diskusi di Graha Bimasena, Jalan Dharmawangsa, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Selain membicarakan hubungan perdagangan dan investasi, ia juga Berharap, kedatangan Pence ini bisa menjadi sarana mengomunikasikan kebijakan-kebijakan dari Pemerintahan Donald? Trump. Seperti diketahui, banyak kebijakan-kebijakan baru dikeluarkan oleh Donald Trump semenjak dilantik pada 20 Januari 2017 lalu.

"Kita harapkan dengan Wapres AS ini untuk bisa mengomunikasikan secara tepat. Kan kita lihat kebijakan-kebijakannya terutama yang menyangkut perdagangan sedang dilakukan kajian assessment yang membuat defisit perdagangan mereka besar," ungkap dia.

Menurutnya, dengan tatap muka langsung Indonesia akan lebih memahami mengenai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh negara adidaya itu. Indonesia juga akan bisa menyiapkan antisipasi-antisipasi supaya perdagangan dan investasi kedua negara tetap berjalan.

"Karena dengan ini kita bisa mendengarkan langsung. Dari pihak Indonesia bisa mengantisipasi langkah ke depan dalam rangka meningkatkan perdagangan dan investasi kita," pungkas dia.

 


(ABD)