Ketua DPR: Otoritas Fiskal dan Moneter Harus Harmonis

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 05 Jun 2018 15:17 WIB
ekonomi indonesia
Ketua DPR: Otoritas Fiskal dan Moneter Harus Harmonis
Ketua DPR Bambang Soesatyo MI Rommy Pujianto.

Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengharapkan agar otoritas fiskal dan moneter bisa berjalan secara harmonis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi indonesia. Keduanya harus bisa saling mendukung demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

"Bagi DPR kebijakan fiskal dan moneter harus selaras dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat," ungkap Bambang, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Dia mengaku, anggota legislatif DPR sangat menyorori fiskal dan moneter, seperti keberhasilan Bank Indonesia (BI) yang mampu mengendalikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD). Jika rupiah terpuruk, maka bisa dipastikan kinerja BI dinilai buruk oleh banyak kalangan.

"Begitu juga dengan pemerintah kalau pertumbuhan ekonomi terus merosot dan tidak capai target, maka itulah penilaian yang bisa kita berikan kepada pemerintah yang kinerjanya menurun," ungkap dia.

Dengan adanya harmonisasi antara fiskal dan moneter, sambung dia, maka bisa memuluskan target pertumbuhan ekonomi yang telah dipasang oleh pemerintah. Namun, jika tak harmonis, maka memperkecil peluang tercapainya pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

‎"Target 5,8 persen bukan tidak mungkin tercapai, tapi kalau tidak ada kerjasama yang baik. Jangankan 5,8 persen, tembus dari 5 persen saja telah positif," ujar dia.

Dia melanjutkan, peran otoritas moneter pun harus semakin nyata, agar berdampak terhadap semua elemen. ‎Lalu, pemerintah juga harus bisa mengerek peningkatan UMKM.

"Moneter untuk suku bunga yang baik kepada UMKM. Jadi ini saling berkaitan, moneter bisa atur suku bunga baik, UMKM juga bakal meningkat. Ujungnya, akses bagi pelaku ekonomi jadi lebih mudah," tutup dia.


(SAW)