Keamanan 2018 Genting

Kemenkeu Tambah Anggaran Polri Rp16 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 06 Oct 2017 05:17 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiarapbn 2018
Kemenkeu Tambah Anggaran Polri Rp16 Triliun
Gedung Kementerian Keuangan (Foto: dokumentasi Setkab)

Metrotvnews.com, Jakarta: Postur sementara belanja pemerintah pusat pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang disetujui di rapat kerja Panja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yakni sebesar Rp1.454,49 triliun dari yang disampaikan dalam nota keuangan Rp1.443,29 triliun.

Dari besaran tersebut, sebanyak Rp32,5triliun merupakan tambahan belanja kementerian atau lembaga (k/l) yang awalnya sebesar Rp814,1triliun menjadi Rp846,9 triliun. Kesemuanya ini tentu sudah melalui sejumlah pertimbangan dan pembahasan yang mendalam.

Direktur Jenderal Anggaran Kemmenterian Keuangan Askolani mengatakan, tambahan terbesar dialokasikan untuk sektor pertahanan yang dalam RABPN awal pagu untuk k/l pertahanan sempat dikurangi dari usulan awal. Berdasarkan evaluasi, di bidang pertahanan dan keamanan membutuhkan dukungan untuk antisipasi kondisi aktual. Apalagi menjelang tahun politik.

"Kan kita tahu di 2018 tensi dari keamanan meningkat. Ada pilkada, ada pemilu 2019, lalu ada IMF-World Bank meeting yang tentunya butuh antisipasi sebab banyak tamu-tamu asing. Ini yang dijaga keseimbangannya," kata Askolani, usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 5 Oktober 2017.

Askolani mengatakan, k/l yang mendapatkan tambahan anggaran paling besar yakni Polri, kemudian disusul TNI, dan BIN. Anggaran tambahan salah satunya akan digunakan untuk menambah alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

Namun demikian, lanjut Askolani, tentunya ada kebutuhan lainnya yang nanti akan didiskusikan antara lembaga tersebut dengan komisi terkait. "Mereka nanti akan bahas di komisi. Untuk apa penggunaannya supaya nanti masing-masing k/l dan komisinya mencocokkan antara usulan dan penetapan persetujuan," jelas Askolani.

Adapun pagu anggaran Polri bertambah Rp16,68 triliun dari Rp77,75 triliun menjadi Rp94,63 triliun, lalu BIN bertambah Rp3,92 triliun dari Rp1,72 triliun menjadi Rp5,64 triliun, serta TNI melalui Kemenhan bertambah Rp1,85 triliun dari Rp105,72 triliun menjadi Rp107,57 triliun.


(ABD)