Investor Singapura Investasi Rp50 Miliar di Batam via Program i23J

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 16 Aug 2017 11:35 WIB
investasi di batam
Investor Singapura Investasi Rp50 Miliar di Batam via Program i23J
Suasana di kawasan Nagoya sebagai pusat bisnis dan perdagangan di Kota Batam. (FOTO: MTVN/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Investor asal Singapura, PT Fagioly Indonesia Corp menanamkan investasi sebesar Rp50 miliar di Batam, Provinsi Kepri.

Perusahaan tersebut memanfaatkan kemudahan fasilitas izin investasi 3 jam (i23J) Badan Pengusahaan (BP) Batam. Perusahaan ini akan membangun pabrik dengan bidang usaha penyewaan dan perlengkapan alat kontruksi di Kawasan industri Kabil.

Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami, mengatakan, melalui program i23J BP Batam, perusahaan tersebut memperoleh kemudahan untuk delapan produk perizinan berbeda antara lain Izin Investasi, Izin Prinsip, API (Angka Pengenal Importir), NPWP, TDP, RPTKA, IMTA, dan NIK (Nomor Induk Kepabeanan). Seluruh izin diperoleh dalam satu pelayanan terpadu milik BP Batam hanya dalam tempo tiga jam.

"Investor Singapura kembali manfaatkan fasilitas i23J BP Batam, setelah sebelumnya LNG Easy, PT Esun Internasional, dan PT Infocus Consumer juga memanfaatkan fasilitas i23J ini. Ini membuktikan bahwa Batam masih menjadi tujuan utama investasi bagi investor asing," ungkap Gusmardi, di Batam, Rabu 16 Agustus 2017.

Ia menuturkan, PT Fagioly Indonesia Corp bergerak di bidang industri jasa alat kontruksi dengan jumlah investasi mencapai Rp50 miliar dan perkiraan kapasitas produksi mencapai 15 miliar rupiah per tahun dan menyerap tenaga kerja 30 orang.

"Ini tentu menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi di Batam," imbuh Gusmardi saat menyerahkan dokumen perizinan kepada delegasi perusahaan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam.

Menurut Gusmardi, melalui berbagai kemudahan pelayanan dan perizinan yang diberikan BP Batam kepada para investor diharapkan Batam dapat menjadi magnet bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan Free Trade Zone (FTZ) ini.

Pihaknya optimistis bahwa Batam masih punya prospek bagus sebagai tujuan investasi dibandingkan negara-negara lain, khususnya di kawasan sejenis seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

"Batam punya modal cukup kuat untuk diperhitungkan. Bandara Hang Nadim dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia, infrastruktur, kawasan industri, pelabuhan, dan fasilitas i23J yang ada saat ini sangat kompetitif," ungkapnya.

Untuk itu, Gusmardi mengajak seluruh elemen, baik pemerintah dan masyarakat untuk selalu bersama-sama mendukung peningkatan investasi di Batam dengan menjaga iklim investasi yang kondusif. "Ini semua bertujuan agar para investor merasa nyaman dan aman dalam mengembangkan usahanya lebih besar lagi di wilayah (Batam) ini," pungkasnya.

 


(AHL)