Jokowi: Hapus Proteksi yang Mengorbankan Negara Berkembang

Arif Wicaksono    •    Senin, 05 Sep 2016 18:58 WIB
ktt g-20
Jokowi: Hapus Proteksi yang Mengorbankan Negara Berkembang
Presiden Jokowi memasuki ruang KTT G-20, di Hangzhou International Expo Center, RRT, Senin (5/9). (Foto: Laily/Setpres)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa perdagangan merupakan motor penggerak perekonomian. Namun, dalam realitasnya saat ini, perdagangan global menemui banyak kendala dan terus melemah.

Untuk itu, sistem perdagangan multilateral yang ada saat ini diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk diperkuat. Dia meminta agar sistem perdagangan dilakukan berdasarkan asas keadilan bagi negara-negara berkembang.

"Hal tersebut bertujuan untuk memastikan aturan yang jelas dan nondiskriminatif serta membangun keadilan bagi negara-negara berkembang," kata Presiden Jokowi dikutip dari laman Setkab pada sesi ketiga KTT G20 di Hangzhou International Expo Center, RRT, Senin (5/9/2016).

Guna mewujudkan hal tersebut, Presiden Jokowi mendorong negara-negara anggota G20 untuk menghapus semua bentuk kebijakan proteksi, baik itu tarif maupun nontarif, karena kebijakan tersebut justru merugikan negara-negara berkembang.

"Banyak kebijakan perdagangan dari negara-negara maju dilakukan dengan mengorbankan negara-negara berkembang," ungkap Presiden Joko Widodo.

Berdasar kenyataan tersebut, presiden mengingatkan akan semangat perjanjian perdagangan bebas. Ia menyerukan negara-negara G-20 untuk menghapus seluruh hambatan perdagangan bebas.  

"Agar tetap terbuka dan konsisten dengan WTO serta menghindari pengecualian bagi para nonanggota," ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyerukan agar pelaku usaha sektor UMKM (Usaha Makro Kecil Menengah) dari negara-negara berkembang diberikan kesempatan yang lebih besar untuk terhubung dengan rantai nilai global (Global Value Chain) dan berperan dalam perekonomian dunia.

Hal ini karena sektor UMKM telah memainkan peranan yang sangat besar. Presiden menyebut UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang berkontribusi terhadap PDB indonesia. UMKM merupakan sektor tempat terbukanya banyak lapangan pekerjaan di Tanah Air serta memperluas akses untuk kegiatan ekonomiproduktif.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah pemimpin negara itu, presiden juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk meningkatkan iklim usaha dan investasi di Tanah Air. Sejumlah  kebijakan ekonomi pun coba ditawarkan Presiden dalam forum tersebut.

"Deregulasi, penyederhanaan perizinan, peningkatan fasilitas perdagangan dan mekanisme investasi, serta penyesuaian upah," pungkas Presiden


(SAW)