Jokowi Klaim Amnesti Pajak Indonesia Tersukses di Dunia

Desi Angriani    •    Kamis, 22 Sep 2016 15:25 WIB
tax amnesty
Jokowi Klaim Amnesti Pajak Indonesia Tersukses di Dunia
Presiden Jokowi. Foto: Dok/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengklaim, amnesti pajak Indonesia merupakan program pengampunan pajak paling sukses di dunia. Sedikitnya 90 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) sudah tercatat mengikuti program tersebut.

"Ini merupakan satu dari sukses tax amnesty yang ada di dunia dan sudah mengangkut lebih dari 90.000 orang," kata Jokowi, dalam acara makan siang bersama para ekonom di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Berdasarkan riset Citibank, amnesti pajak bergerak cepat dengan deklarasi di atas Rp1,029 triliun. Hasil riset ini membuat Presiden puas dan optimistis dana yang masuk ke Indonesia semakin besar.

"Ditulis di sini amnesti pajak bergerak cepat. Ini saya baca di judulnya saja saya sudah senang. Dan ini strategi Indonesia yang menurut mereka sangat baik," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Meski demikian, Presiden mengaku tak memprioritaskan angka amnesti pajak. Baginya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan kepatuhan membayar pajak menjadi poin utama.

"Yang paling penting menurut saya trust masyarakat terhadap pemerintah itu kelihatan ada, kemudian kepatuhan dan kesadaran membayar pajak," kata dia.

Hingga kini, pemerintah telah mengumpulkan dana Rp1,120 triliun dari amnesti pajak. Di antaranya, Rp768 triliun berasal dari deklarasi dalam negeri, Rp293 triliun berasal dari luar negeri, dan Rp58,3 triliun dari repatriasi.

Berikut nama-nama para ekonom yang hadir dalam acara makan siang bersama Presiden Jokowi:

1. Raden Pardede (Bidang Ekonomi Makro/Fiskal/Industri).

2. Tony Prasetiantono ((Bidang Ekonomi Makro/Fiskal/Moneter).

3. Djisman Simanjuntak (Bidang Ekonomi Perdagangan Nasional).

4. Haryo Aswicahyono (Bidang Ekonomi Perdagangan Internasional/Industri).

5. Ari Kuncoro (Bidang Ekonomi Industri/Ketenagakerjaan).

6. Lukita Dinarsyah Tuwo (Bidang Perencanaan Pembangunan).

7. Elan Satriawan (Bidang Ekonomi Pembangunan/Kesehatan/Pendidikan).

8. Enny Sri Hartati (Bidang Ekonomi Pertanian/Pambangunan).

9. Iman Sugema (Bidang Ekonomi Pembangunan/Pertanian/Syariah).

10. Destry Damayanti (Ekonom Moneter/Keuangan).

11. Heriyanto Irawan (Analis Pasar).

12. Poltak Hotradero (Analis Pasar).

13. Helmi Amran (Analis Pasar).

14. Revrisond Baswir (Bidang Syariah/Akutansi/Koperasi/Korupsi).

15. Haryadi Sukamdani (Bidang Bisnis).

16. Rosan Roeslani (Bidang Bisnis).

17. Bahlil Lahadia (Bidang Bisnis).

18. Prasetyantoko.

19. Kikie Boenawan (Fund Asing).

20. Hendri Saparini (Bidang Ekonomi Makro).

 


(MBM)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA