Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Takkan Lebih Tinggi dari 5,01%

Suci Sedya Utami    •    Senin, 19 Mar 2018 11:48 WIB
pertumbuhan ekonomi
Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Takkan Lebih Tinggi dari 5,01%
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 tak akan lebih tinggi dibanding realisasi di kuartal I tahun sebelumnya.

Menurut dia salah satu penyebabnya yakni karena mundurnya puncak panen tahun ini menjadi di kuartal kedua. Dia bilang tahun lalu, puncak panen berada di Maret-April. Sementara tahun ini diperkirakan akan bergeser ke April-Mei. Hal ini membuat pertumbuhan di sektor pertanian diperkirakan agak melambat.

"Karena tahun lalu itu Maret sudah panen puncak, berarti di kuartal satu volumenya cenderung besar, tahun ini karena panen puncaknya April, masuknya kuartal dua, sehingga volumenya di kuartal satu pertumbuhannya mungkin akan lebih kecil," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 19 Maret 2018.

Data kuartal I tahun lalu, pertumbuhan di sektor pertanian mencapai 7,12 persen dan menyumbang kontribusi ke produk domestik bruto (PDB) sebesar 13,59 persen.

Selain pertanian, indikator lainnya yang diperkirakan belum akan mendukung gerak pertumbuhan ekonomi untuk dipacu lebih tinggi yakni dilihat dari pertumbuhan kredit. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menilai pertumbuhan kredit tak akan lebih tinggi dari tahun lalu.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, kuartal I-2017, kredit tumbuh sebesar 9,2 persen, atau masih di level single digit. Dengan melihat hal tersebut, lanjut Darmin, dirinya mengangap pertumbuhan ekonomi tahun ini masih akan melambat, meski dia tak bilang angkanya bisa di bawah lima persen.

"Saya tidak berharap seperti itu dibawah lima persen, tapi mungkin tidak setinggi tahun lalu, jelas dia.

 


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA