Izin Investasi Diklaim Mudah, Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,4%

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 16 Nov 2017 10:18 WIB
investasi di batamkepri
Izin Investasi Diklaim Mudah, Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,4%
Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,4%. (FOTO: MTVN/Anwar Sadat)

Batam: Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) di triwulan III-2017 tumbuh sebesar 2,41 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut diprediksi meningkat pada triwulan IV-2017 mencapai angka 4-4,4 persen.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra, mengatakan, BI optimistis pertumbuhan ekonomi di Kepri pada triwulan IV-2017 meningkat pada level 4-4,4 persen secara year to year (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi itu terutama ditopang oleh industri pengolahan yang mulai menguat dan perbaikan tingkat konsumsi pemerintah dan rumah tangga," ungkap Gusti Raizal saat memaparkan Perkembangan Perekonomian Kepri di Grand i Hotel, Nagoya, Batam, Rabu, 15 November 2017.

Selain dua sektor tersebut, kata Gusti, prediksi ekonomi Kepri tumbuh empat persen pada triwulan IV-2017 juga ditopang oleh tingkat permintaan ekspor yang tetap kuat. Prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut juga didasari oleh survei yang dilakukan BI Perwakilan Kepri.

"Ada peningkatan kepastian dan keyakinan dari para investor untuk berinvestasi di Batam. Masalah perizinan investasi juga semakin dipermudah, dan adanya optimisme dari para pelaku usaha untuk bersama-sama membangun perekonomian di Kepri," kata Gusti.

Adanya reorganisasi di tubuh Badan Pengusahaan (BP) Batam juga diyakini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepri. BP Batam saat ini dipimpin oleh Lukita Dinarsyah Tuwo menggantikan Hatanto Reksodipoetro. Sebelum menjabat Kepala BP Batam, Lukita adalah Sekretaris Menko Perekonomian (Sesmenko).

Apalagi sejak memimpin BP Batam, Lukita langsung membangun komunikasi dengan para stakeholders di Batam, termasuk dengan BI. "Komunikasi ini penting agar ada sinergi antara para stakeholders," kata Gusti.

Masih ada beberapa faktor lain yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi Kepri menyentuh angka 4-4,4 persen. Di antaranya, tambah Gusti, harga komoditas yang semakin baik, salah satunya adalah minyak dan gas (migas).

Investasi konstruksi di Kepri, lanjut Gusti, juga diprediksi tetap kuat, terutama didorong oleh konsumsi pemerintah seperti pembangunan infrastruktur jalan dan waduk. "Termasuk beberapa proyek swasta, seperti pembangunan hotel dan apartemen," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh 2,41 persen di triwulan III-2017. Pertumbuhan ekonomi tersebut hanya tumbuh 1,9 persen dibandingkan pertumbuhan di triwulan II sebesar 1,04 persen.

Angka pertumbuhan ekonomi ini masih menempatkan Kepri di urutan lima untuk pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera terutama ditopang oleh daerah-daerah penghasil kelapa sawit atau CPO. Secara keseluruhan, ekonomi Sumatera tumbuh dari 4,09 persen di triwulan II naik menjadi 4,43 persen di triwulan III-2017.


(AHL)