Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia Lebih Cepat dari Ekspektasi Investor

Nia Deviyana    •    Selasa, 05 Feb 2019 14:22 WIB
ekonomi indonesiae-commerceecommerce
Pertumbuhan <i>E-Commerce</i> di Indonesia Lebih Cepat dari Ekspektasi Investor
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Jakarta: Pertumbuhan e-commerce di Indonesia tumbuh lebih cepat dari ekspektasi para investor. Survei Morgan Stanley (MS)  memperkirakan pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia mencapai USD13 miliar pada 2018, di mana sebanyak delapan persen adalah kontribusi dari penjualan online perusahaan ritel.

"Ini melampaui perkiraan Morgan Stanley sebelumnya sebesar USD7,3 miliar (4,4 persen dari penjualan)," ungkap Morgan Stanley Research, seperti dikutip dari risetnya yang dikutip Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 5 Februari 2019.

Lewat risetnya, Morgan Stanley mengungkapkan pasar tumbuh dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 50 persen dalam dua tahun terakhir. Lima tahun ke depan, Morgan Stanley memproyeksikan CAGR bisa tumbuh sebesar 32 persen dengan tingkat penetrasi 18 persen pada 2025.

Adapun pakaian menjadi kategori utama pembelian konsumen, di mana jumlahnya mencapai 93 persen. Sementara untuk elektronik dan perangkat seluler, menyumbang 16-25 persen. Di samping itu, Morgan Stanley mengamati modifikasi perilaku dalam berbelanja, di mana 76 persen konsumen punya kecenderungam uuntuk mengecek harga barang di e-commerce terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli barang di toko. 

Selanjutnya, sebanyak 70 persen konsumen mengaku akan terus berbelanja online meskipun ada biaya pengiriman. "Ini menunjukkan kesediaan untuk membayar kenyamanan. Uniknya lagi, proporsi tertinggi konsumen yang telah meningkatkan pengeluaran online mereka dalam 12 bulan terakhir berasal dari kota-kota kecil," sebut riset Morgan Stanley.


(ABD)