Usung Strategi Front Loading, Pemerintah Bakal Tarik Utang Rp358 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 24 Nov 2016 20:32 WIB
utang luar negeri
Usung Strategi <i>Front Loading</i>, Pemerintah Bakal Tarik Utang Rp358 Triliun
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrovnews.com, Jakarta: Pemerintah akan kembali menggunakan strategi front loading yakni penerbitan surat berharga negara (SBN) atau penarikan utang di semester I-2017.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada gejolak yang terjadi di semester selanjutnya. Lagi pula, biasanya di semester ke II banyak uang yang sudah digunakan, sehingga lebih baik menarik utang di awal.

Dirjen Pengeloalaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan porsi front loading 60 persen dari target bruto penerbitan SBN sebesar Rp597,03 triliun atau sebesar Rp358,22 triliun.




"Front loading akan tetap dieksekusi, porsinya 60 persen dari target gross," kata Robert, dalam acara investor forum di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2016).

Dirinya menambahkan, menjelaskan, sebesar 44,6 persen dari gross atau Rp266,26 triliun berdenominasi mata uang domestik. Sementara sisanya 15,4 persen atau Rp97,91 triliun merupakan mata uang valas yang terdiri dari USD, Euro, serta Yen Jepang.

Sementara jika dirinci jumlah SBN bruto terdiri dari SBN netto sebesar Rp399,99 triliun untuk menutupi defisit anggaran 2,41 persen, ditambah untuk membayar utang yang jatuh tempo di tahun depan Rp164,02 triliun, SBN cash management sebesar Rp30 triliun serta rencana buy back Rp3 triliun.

 


(AHL)