Tarif Cukai Naik, Ditjen BC Perketat Pengawasan Rokok Ilegal

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 13 Oct 2016 13:05 WIB
cukai tembakau
Tarif Cukai Naik, Ditjen BC Perketat Pengawasan Rokok Ilegal
Pekerja menyelesaikan pelintingan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT). (FOTO: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau yang akan efektif diterapkan 1 Januari 2017.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan kenaikan tarif cukai hasil tembakau salah satunya adalah sebagai instrumen disinsentif rokok ilegal. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen BC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan secara terus-menerus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.

"Sepanjang 2016, Bea Cukai telah melakukan penindakan terhadap 1.350 kasus hasil tembakau ilegal. Ini termasuk penindakan hasil tembakau asal impor. Sebanyak 156,2 juta batang berhasil diamankan oleh Bea Cukai. Nilai barang hasil penindakan tersebut sebesar Rp116,2 miliar," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Jumlah penindakan sepanjang 2016 merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mulai dari 2013 hingga 2015. Pada 2013 ada 635 kasus dengan jumlah barang penindakan sebanyak 94,1 juta batang yang nilainya mencapai lebih dari Rp52 miliar.

Di 2014 ada 901 kasus dengan jumlah barang penindakan sebanyak 120 juta batang yang bernilai Rp118,56 miliar. Pada 2015 terdapat peningkatan penindakan cukup signifikan, sebanyak 1.232 telah berhasil ditangani Bea Cukai, sebanyak 89,6 juta batang bernilai Rp90,68 miliar berhasil diamankan Bea Cukai.

DJBC akan melakukan usaha yang lebih optimal, terutama yang berkaitan dengan pengawasan produksi dan peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu, pemerintah mengharapkan dukungan semua pihak, khususnya dari aparat penegak hukum dan masyarakat guna memastikan bahwa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah dapat berjalan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (Gappri) Ismanu mengatakan bahwa pihaknya mendukung law enforcement berupa upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal.

"Kami berharap dengan terciptanya fair treatment bagi industri rokok yang telah mematuhi segala ketentuan dan membayar cukai sesuai kewajibannya, rokok ilegal akan semakin berkurang, dan diharapkan pasar akan diisi oleh industri rokok yang taat aturan," tutur dia.


(AHL)