Pemerintah Sebut Penurunan Tarif Tol Bisa Tekan Inflasi

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 27 Mar 2018 08:54 WIB
inflasipertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Pemerintah Sebut Penurunan Tarif Tol Bisa Tekan Inflasi
Menko Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai rencana menurunkan tarif tol berpeluang menurunkan tingkat inflasi dari aspek perdagangan. Turunnya tingkat inflasi tersebut lantaran jalur logistik menjadi lancar sehingga menurunkan biaya.

"Berdampak pada (turunnya) inflasi lewat sektor dagang," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 26 Maret 2018.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajukan kebijakan penurunan tarif tol. Hal itu tentunya dengan melihat porsi golongan satu sekitar 80 persen, kemudian disusul golongan dua sebanyak 10 persen, golongan tiga sebanyak empat persen, dan golong empat dan lima masing-masing memiliki porsi 1,5 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan alasan Kebijakan tersebut dicanangkan salah satunya untuk melancarkan arus logistik yang sering diangkut oleh kendaraan golongan empat dan lima. Selain itu, kebijakan dimaksud juga sebagai solusi dari permasalahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai investor.

Mereka, lanjutnya, mengeluhkan minimnya truk yang masuk pada jalur bebas hambatan. "Ibu Rini (Menteri BUMN) keluhkan kenapa truk kok paling kecil masuknya, sehingga tidak sesuai dengan rencana bisnis," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

 


(ABD)