BI: Rupiah Harus Berdaulat di NKRI

M Studio    •    Selasa, 28 Nov 2017 17:02 WIB
bank indonesia
BI: Rupiah Harus Berdaulat di NKRI
BI dan Polri komitmen menjaga kedaulatan rupiah di wilayah NKRI. Foto: Desi Angriani

Jakarta: Bank Indonesia (BI) berusaha menjaga rupiah tetap berdaulat di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara mengedarkan rupiah di wilayah perbatasan. Tetapi, BI tidak bisa sendiri untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
 
Harus ada kerja sama dengan instansi lain, salah satunya Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud). Deputi Gubernur BI Sugeng berharap Korpolairud bisa mengamankan pendistribusian rupiah hingga ke pulau-pulau terluar dan terpencil.
 
Hal itu disampaikan Sugeng saat penandatangan perjanjian kerja sama tentang pendistribusian rupiah ke pulau-pulau berpenduduk di wilayah perairan NKRI antara BI yang diwakili Kepala Departemen Pengelolaan Uang Suhaedi dengan Kakorpolairud Irjen M. Choirul Noor Alamsyah.
 
"Tentu BI tidak bisa sendiri. Pak Moechgiyarto (Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri) bilang ada 17 ribu pulau. Kami sangat berterima kasih atas dukungannya," kata Sugeng di Markas Komando Direktorat Polisi Perairan di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 28 November 2017.



Sugeng menegaskan penggunaan rupiah harus menjadi simbol kedaulatan negara. Menurut dia, di perbatasan seperti di Pulau Sipadan, masih ada warga yang menggunakan mata uang asing.
 
BI punya tugas menyediakan uang yang cukup termasuk di wilayah perbatasan, sehingga pasokan rupiah tetap tersedia. Selain menekan penggunaan mata uang asing juga menggerakkan perekonomian di daerah.
 
"Rupiah harus berdaulat di NKRI. Kita punya pengalaman di Sipadan itu pernah tidak beredar rupiah di sana. Belajar dari itu, kita harus menyelamatkan rupiah," ujar Sugeng.
 
Salah satu cara BI mengedarkan uang di wilayah perbatasan adalah dengan menyediakan fasilitas perbankan seperti anjungan tunai mandiri (ATM) dan tempat penukaran uang. BI juga menyiapkan kas titipan di bank umum sebagai tempat penukaran rupiah agar kondisi fisik rupiah dan pasokannya di masyarakat tetap terjaga.
 
Hingga kini, Presiden Joko Widodo sudah meresmikan lima tempat yang dilengkapi fasilitas ATM di antaranya di Papua dan Timor Leste. "Tolong yang masuk ke wilayah kita (NKRI) sebelum berbelanja harus menukarkan uang dahulu," imbuh dia.
 
Sedangkan Komjen Moechgiyarto menekankan kerja sama BI dan Korpolairud harus dapat menjamin ketersediaan rupiah di pulau kecil. Korpolairud bisa melaksanakan kegiatan Kepolisian di pulau kecil lewat program kas keliling yang anggarannya didukung BI.
 
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada Korpolairud untuk menjadi mitra kerja dalam melaksanakan tugas, memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Moechgiyarto.
 
(TRK)