Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia jadi 5,1%

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 03 Oct 2017 15:48 WIB
bank duniapertumbuhan ekonomi
Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia jadi 5,1%
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 menjadi 5,1 persen. Proyeksi tersebut dipublikasikan pada laporan Indonesia Economic Quarterly yang dikeluarkan pada hari ini, Selasa 3 Oktober 2017.

Sebelumnya Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 5,2 persen. Artinya proyeksi ini lebih rendah 0,1 persen dari prediksi awal.

"Pertumbuhan PDB riil yang diperkirakan mencapai 5,1 persen pada 2017," demikian kutipan laporan tersebut.

Angka ini tentu juga lebih rendah dari target pertumbuhan dalam Angaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar 5,2 persen, dengan outlook yang diperkirakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakni 5,17 persen.

Sementara itu, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan mengalami peningkatan ke level 5,3 persen. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun depan didukung oleh perekonomian global dan juga kondisi domestik yang lebih kuat.

Baca: Bank Dunia Perkirakan Ekonomi Indonesia 2017 Tumbuh 5,2%

Menurut Chaves, kuatnya perekonomian domestik tak lepas dari reformasi perekonomian yang terus berlanjut dan secara bertahap mulai memberikan dampak.

Konsumsi swasta diperkirakan menguat seiring dengan kenaikan upah riil dan peningkatan lapangan kerja. Sementara investasi swasta akan mendapat keuntungan dari penurunan suku bunga Bank Indonesia yang berdampak pada peningkatan investasi publik di bidang infrastruktur.

Keterbatasan infrastruktur telah lama menjadi kendala utama bagi pembangunan Indonesia. Infrastruktur yang lebih baik dan lebih terencana akan membantu Indonesia meningkatkan pertumbuhan serta pemerataan kemakmuran bagi lebih banyak masyarakatnya," kata Chaves.

Meskipun alokasi anggaran untuk infrastruktur sudah lebih tinggi, sumber daya publik saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur negara, meskipun pertumbuhan pendapatan meningkat seperti yang diharapkan karena adanya reformasi kebijakan perpajakan yang sedang berlangsung. Partisipasi lebih besar dari sektor swasta sangat diperlukan.

"Pemanfaatan investasi sektor swasta dapat membantu Indonesia memenuhi kebutuhan infrastrukturnya yang besar dengan lebih cepat dan efisien," tambah Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Frederico Gil Sander.

 


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA