Ciptakan Ruang Fiskal

Menkeu Siap Optimalkan Pengelolaan Belanja Negara di 2019

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 06 Jun 2018 07:47 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiarapbn 2019
Menkeu Siap Optimalkan Pengelolaan Belanja Negara di 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan para pengambil kebijakan saat ini sedang berlomba-lomba untuk menciptakan ruang fiskal di era ketidakpastian yang masih akan membayang-bayangi perekonomian ke depan. Langkah itu ditempuh guna memaksimalkan laju pertumbuhan ekonomi agar lebih berkualitas dan kuat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai ruang fiskal dibutuhkan sebagai bantalan ketika terjadi guncangan pada ekonomi yang terefleksi oleh tingginya tingkat pengangguran, inflasi bergerak liar, konsumsi masyarakat rendah, penurunan pertumbuhan ekonomi, investasi yang rendah, meningkatnya pinjaman pemerintah, dan kemungkinan terjadinya resesi.

"Agar kalau ekonominya mengalami kecendrungan menurun mereka punya kemampuan," kata Ani, sapaan akrabnya, dalam bincang-bincang dengan awal media, di Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Ani mengaskan kondisi itu juga mulai dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang sedang melakukan akumulasi ruang fiskal dengan lebih selektif menggelola belanja negara di tahun-tahun mendatang. Adapun hal itu terlihat dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang saat ini sedang disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).



"APBN kita sekarang sifatnya mencoba mengakumulasi bantalan, menciptakan ruang fiskal, tapi suportif secara selektif. Ini berarti sinyalnya pada k/l untuk belanja secara lebih efisien atau menggunakan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)," tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan, belanja akan tetap tumbuh namun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut juga dilakukan untuk menjaga defisit APBN berada di level yang aman. Lagi pula, lanjut Askolani, di tahun politik nanti biasanya belanja tidak akan terealisasi sebesar tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi dengan defisit yang rendah, kita bisa punya ruang yang cukup kalau terjadi apa-apa. Kita juga harus mengendalikan utang," pungkas Askolani.

 


(ABD)


Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

14 hours Ago

Pailitnya Sariwangi menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan. Padahal, Sariwangi telah …

BERITA LAINNYA