Menko Darmin Ungkap Syarat Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 14 Apr 2018 13:16 WIB
ekonomi indonesia
Menko Darmin Ungkap Syarat Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/PANCA SYURKANI)

Batam: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan investasi dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) harus naik sebanyak 6,9 persen jika ingin ekonomi Indonesia tumbuh enam persen. Hal itu juga perlu didukung oleh perbaikan iklim investasi di Tanah Air.

"Kalau bisa didorong PMTB mendekati tujuh persen, maka pertumbuhan ekonomi akan mendekati enam persen. Tapi itu tidak mudah," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution, di Batam, Jumat, 13 April 2018.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, PMTB sepanjang tahun lalu mencapai 6,15 persen dengan pertumbuhan ekonomi tahun lalu tercatat 5,03 persen.

Darmin menambahkan pertumbuhan investasi akan memengaruhi pertumbuhan industri. Menurutnya pertumbuhan industri hingga tahun lalu masih melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan hal tersebut tidak baik.

Darmin menilai ada satu hal yang belum bisa dicapai Indonesia agar pertumbuhan ekonomi berkualitas dan lebih baik yakni pertumbuhan industri masih harus terus ditingkatkan. Adapun pertumbuhan ekonomi yang baik perlu diiringi dengan transformasi ekonomi yang baik juga.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengungkapkan apabila pertumbuhan industri bisa lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi, kualitas pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik karena tenaga kerja akan pindah ke sektor industri dan bisa memperoleh upah yang lebih baik.

Guna menaikkan pertumbuhan di sektor industri, Darmin menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan serangkaian kebijakan pelonggaran untuk menggairahkan investasi. Beberapa di antaranya yakni pertama, dengan melakukan reformasi lebih dalam dan lebih besar pada bentuk kemudahan investasi dan usaha di Tanah Air.

Kedua, pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan pajak atau tax holiday dan diskon pajak tax allowance bagi dunia usaha yang dianggap mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat.

Selain itu, lanjut Darmin, insentif berupa super deduction atau pengurang pajak bagi perusahaan yang berkontribusi atau terlibat pada pengembangan vokasi serta kegiatan Research and Development (R&D) baik dalam bentuk meminjamkan tenaga pengajar, bantuan uang, maupun teknologi.


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

7 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA