Bank Indonesia Masih Jaga Fundamental Rupiah

Desi Angriani    •    Jumat, 15 Sep 2017 13:12 WIB
rupiahbank indonesia
Bank Indonesia Masih Jaga Fundamental Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mata uang Garuda terus bergerak menguat ke level Rp13.200 per USD pada September 2017. Bank Indonesia (BI) menyatakan akan tetap menjaga fundamental rupiah agar tidak terlalu tinggi volatilitasnya terhadap penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

"Untuk rupiah sebenarnya memang kita tetap menjaga level rupiah yang kompetitif. Fundamental itu ada dalam perhitungan BI tapi kita masih masuk dalam level fundamental," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dodi Budi Waluyo di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Dody menjelaskan, fundamental rupiah perlu dijaga untuk mempertahankan daya saing di sektor ekspor. Jika rupiah menguat, maka profit atau pendapatan para eksportir dalam bentuk mata uang rupiah akan menurun.

"Kompetitif itu dilihat dari efektif passing grade yang kita ukur dengan suatu ukuran yang jatuh kepada nilai tukar yang tidak merugikan daya saing ekspor," tuturnya.

Menurutnya, saat ini level rupiah masih berada pada nilai fundamental dan belum membuat rugi eksportir. BI tetap menggunakan sistem nilai tukar yang mengambang bebas sehingga nilai rupiah ditentukan oleh pasar sesuai dengan kekuatan fundamental suplai dan permintaan.

"Kita tidak punya target level tapi dalam operasional kita, kita terus jaga di suatu range tertentu," tambah dia.

Dody menambahkan, penguatan rupiah tak cuma dari faktor membaiknya kondisi ekonomi domestik tapi juga faktor eksternal yang memberi kontribusi lebih dari 50 persen terhadap pergerakan mata uang.

"Cuma kalau data inflasi kemarin menunjukkan, inflasi amerika mulai meningkat. Indikasi itu menunjukkan Amerika sudah siap untuk kebijakan berikutnya untuk kebijakan kenaikan suku bunga," pungkas Dody.


(AHL)