Banyak Wajib Pajak Cemburu Ditjen Pajak VVIP-kan Raffi Ahmad

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 10 Aug 2017 16:04 WIB
perpajakan
Banyak Wajib Pajak Cemburu Ditjen Pajak VVIP-kan Raffi Ahmad
Aktor Raffi Ahmad saat bertemu Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. (FOTO: dokumentasi Ditjen Pajak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa pihak menyayangkan langkah Ditjen Pajak Kementerian Keuangan yang terkesan memberikan keistimewaan atau VVIP pada aktor Raffi Ahmad. Rafli berinisiatif mengklarifikasi kepemilikan mobil mewah Koenigsegg.

Menurut Direktur Eksekutif Centerfor Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo, banyak wajib pajak yang berkomentar dengan nada cemburu menanggapi perlakuan DJP pada Raffi.

"Banyak suara-suara sumbang (yang cemburu karena Raffi di VVIP-kan) pada keluar semua," kata Pras, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Pras mencontohkan, wajib pajak dari kalangan asosiasi atau bahkan investor asing yang membandingkan perlakuan otoritas pajak pada mereka. yang mana ingin menemui pimpinan saja sangat susah.

"Enaknya jadi artis VVIP. Kami pimpinan perusahaan investasi asing besar dan pengurus asosiasi, minta ketemu direktur saja dikasih Eselon IV. Di Kantor Pelayanan Pajak ingin menghadap Kepala kantor pelayanan setengah mati susahnya," demikian Pras memberi contoh ada wajib pajak yang berkomentar.

Baca: Pengamat Sesalkan Ditjen Pajak VVIP-kan Klarifikasi Mobil Raffi Ahmad

Anggota Tim Reformasi Perpajakan ini pun menyesalkan penyelesaian klarifikasi Raffi Ahmad terkait pajak mobil Koenigsegg seharga kurang lebih Rp60 miliar yang dinilainya antiklimaks.

"Soal heboh mobil mewah yang dikaitkan dengan Raffi Ahmad ini, saya kecewa dengan penyelesaian yang anti-klimaks dan kurang mendidik. Barangkali juga karena harapan saya yang terlampau muluk," tutur dia.

Pras mengatakan Raffi bukanlah wajib pajak VVIP. Apalagi menurut dirinya, di ketentuan perpajakan, tidak ada wajib pajak VVIP. Meski pun diakui Pras niat untuk mengkarifikasi adalah hal yang baik. Namun, kata dia, sudah menjadi pakem bahwa klarifikasi ada prosedurnya.

Dia bilang, dalam hal ini dibutuhkan peran dari Account Representative (AR) dalam membimbing dan mengawasi WP untuk menyelesaikan permaslahan terkait di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terkait, bukan langsung ke Dirjen Pajak.

Pras mengatakan, jika penjelasan bisa diterima setelah AR melakukan penelitian, tentu saja Raffi, dan siapapun, berhak untuk mengklaim telah patuh pajak.

Sebelumnya, aktor Raffi Ahmad Senin 7 Agustus 2017 malam mendatangi kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Raffi bertemu langsung dengan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. Kedatangan Raffi untuk mengklarifikasi jika mobil Koenigsegg seharga kurang lebih Rp60 miliar yang dipamerkannya saat foto bersama komedian Raditya Dika bukan miliknya.

 


(AHL)