Rekor Penerimaan Negara Beri Sentimen Positif bagi Investor

Nur Aivanni    •    Selasa, 01 Jan 2019 14:39 WIB
investorekonomi indonesia
Rekor Penerimaan Negara Beri Sentimen Positif bagi Investor
Illustrasi. MI/Ramdani.

Jakarta : Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengapresiasi kinerja pemerintah melalui Kementerian Keuangan atas pencapaian penerimaan negara sebesar 100 persen  dengan defisit APBN di bawah 2 persen. Pencapaian tersebut akan menjadi modal yang baik dalam memasuki tahun 2019.

"Pencapaian ini akan memberikan sentimen positif bagi para pelaku usaha dan juga investor," katanya kepada Media Indonesia, Selasa 1 Januari 2019. 

Kendati demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tetap harus berhati-hati karena membaiknya fiskal tidak berarti dan tidak membuat perekonomian akan tahan terhadap goncangan. Menurutnya, perekonomian akan tetap rentan terhadap gejolak eksternal.

"Justru di tengah perbaikan fiskal tersebut, kita mengalami pemburukan neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Artinya, walaupun kinerja fiskal kita membaik, tapi kinerja ekspor kita melambat dan mengakibatkan defisit transaksi berjalan melebar. Rupiah terancam pelemahan ketika arus modal tidak mampu menutup lebarnya defisit transaksi berjalan," tuturnya.

Lebih lanjut, Piter pun memprediksi bahwa perang dagang atau faktor eksternal lainnya tidak akan terlalu banyak mewarnai tahun 2019 ini. Kondisi perekonomian Indonesia, dikatakannya, akan dalam kondisi aman.

"Tahun 2019 pemerintah harus mengupayakan neraca perdagangan kembali surplus dan defisit transaksi berjalan menyempit. Selain fokus ke neraca perdagangan dan transaksi berjalan, pemerintah harus mengevaluasi kenapa aliran FDI (Foreign Direct Investment) melambat selama 2 tahun terakhir," pungkasnya.


(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA