Pertumbuhan Ekonomi Dipengaruhi Kenaikan Nilai Ekspor

Ilham wibowo    •    Senin, 05 Nov 2018 14:44 WIB
pertumbuhan ekonomibps
Pertumbuhan Ekonomi Dipengaruhi Kenaikan Nilai Ekspor
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2018 dipengaruhi kenaikan nilai ekspor. Total nilai pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17 persen secara year on year terhadap triwulan III-2017.

"Nilai ekspor barang Indonesia pada triwulan III-2018 mencapai USD46,99 miliar, atau naik sebesar 7,48 persen (q-to-q) dan naik 8,33 persen (y-on-y)," ujar Kepala BPS Suhariyanto, dalam sebuah konferensi pers, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Ia melanjutkan ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia masih tumbuh positif. Harga komoditas migas di pasar internasional pada triwulan III-2018 secara umum mengalami peningkatan baik secara (q-to-q) maupun secara (y-on-y), sementara harga komoditas nonmigas mengalami penurunan.

"Kondisi perekonomian global secara umum alami pelambatan di banyak negara, demikian juga negara maju, dengan pengecualian Amerika Serikat," ungkapnya.

Kondisi pertumbuhan ekonomi Tanah Air juga dipengaruhi realisasi belanja pemerintah dalam APBN triwulan III-2018 mencapai Rp568,15 triliun atau 25,58 persen dari pagu 2018 sebesar Rp2.220,70 triliun. Nilai tersebut naik dibanding realisasi triwulan III-2017 yang mencapai Rp481,38 triliun atau 22,57 persen dari pagu 2017 sebesar Rp2.133,30 triliun.

"Terjadi inflasi sebesar 0,04 persen (q-to-q). Namun jika dibandingkan dengan posisi September 2017, terjadi inflasi sebesar 2,88 persen (y-on-y)," ungkapnya.

Pengaruh lainnnya, penjualan mobil secara wholesale atau penjualan sampai tingkat dealer pada triwulan III-2018 mencapai 302.774 unit, naik sebesar 15,73 persen (q-to-q) dan naik sebesar 12,01 persen (y-on-y). Sementara penjualan sepeda motor tercatat mencapai 1.719.489 unit atau naik masing-masing sebesar 11,28 persen (q-to-q) dan 4,87 persen (y-on-y).

"Penjualan mobil wholesele naik, penjulan motor juga naik, ini akan berdampak kepada konsumsi rumah tangga," paparnya.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi produksi semen pada triwulan III-2018 sebesar 19,85 juta ton, atau naik masing-masing 39,32 persen (q-to-q) dan 8,36 persen (y-on-y). Sedangkan penjualan semen dalam negeri pada periode ini sebesar 19,73 juta ton, atau naik 37,70 persen (q-to-q) dan naik 6,99 persen (y-on-y).

"Produksi semen tumbuh bagus, penjualannya pun cukup bagus. Semen ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur," tandasnya.


(AHL)