Simplifikasi Tarif Cukai Tetap Jalan

Rizkie Fauzian    •    Kamis, 01 Nov 2018 18:34 WIB
cukai tembakau
Simplifikasi Tarif Cukai Tetap Jalan
Ilustrasi daun tembakau. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: Kebijakan penyederhanaan atau simplifikasi tarif cukai rokok terus berlanjut. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

"Tidak ada penggantian PMK 146/2017. Kebijakan tersebut sudah dikaji oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani guna melakukan pemerataan dan efisiensi dari sistem cukai," kata Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Aziz Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Kebijakan tersebut nantinya akan menyederhanakan tarif cukai secara bertahap sampai 2021 hingga menjadi lima lapisan. Untuk tahun  ini, jumlah lapisannya menjadi 10 layer, berkurang dari 2017 lalu yang mencapai 12 layer.

Anggota Komisi Keuangan DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Indah Kurnia menambahkan kebijakan simplifikasi yang dibuat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bertujuan untuk memperbaiki industri hasil tembakau. Selama ini, dia meneruskan banyak ditemukan kecurangan yang dilakukan pabrikan rokok dalam membayar tarif cukai.

"Kebijakan ini menutup celah penghindaran pajak dari pabrikan besar asing dunia yang saat ini masih membayar cukai rendah dalam sistem cukai rokok yang berlaku saat ini," jelasnya.

Salah satu isi dari PMK 146 adalah mempertahankan batas produksi untuk sigaret kretek tangan (SKT) yang ditetapkan sebesar Rp2 miliar batang per tahun untuk Gol 2 dan juga penggabungan batas produksi untuk segmen sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM).

Anggota Komisi Keuangan DPR dari Fraksi Partai NasDem Donny Imam Priambodo pun sependapat. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah tetap konsisten.

"Kalau ada revisi, harus jelas latar belakangnya dan kajiannya. Mengapa kebijakan yang sudah dikaji dan dikeluarkan dengan tujuan melindungi pabrikan kecil, lalu diubah? Jangan sampai Pemerintah salah sasaran," katanya.

 


(AHL)