Morgan Stanley Perkirakan Arus Lokal Dominasi Ekonomi Indonesia

Angga Bratadharma    •    Senin, 12 Feb 2018 11:02 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiajpmorgan
Morgan Stanley Perkirakan Arus Lokal Dominasi Ekonomi Indonesia
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Morgan Stanley melihat arus lokal akan terus mendominasi dengan alokasi ekuitas inkremental atau incremental equity allocation dari dana pensiun meningkat USD2,3 milliar pada 2018. Hal ini akan membuat ekuitas Indonesia lebih defensif namun untuk mewujudkan skenario bullish dengan kenaikan 15 persen diperlukan pihak asing untuk kembali ke pasar.

Mengutip laporan Morgan Stanley, di Jakarta, Senin, 12 Februari 2018, Morgan Stanley menguraikan bagaimana dinamika dan bagaimana semakin pentingnya peran ekuitas institusi lokal. "Kami menyimpulkan bahwa masih ada potensi besar untuk arus lokal dengan mempertimbangkan beberapa hal," tulis laporan tersebut.

Pertama, puncak kepemilikan saham institutsi lokal berdasarkan index pasar saham di berbagai belahan dunia, MSCI, berada di posisi yang cukup tinggi sebesar 6,7 persen pada 2013 (dan 6,6 persen pada 2015) dibandingkan dengan saat ini pada 6,2 persen dan setelah keterpurukan sebesar 5,4 persen pada kuartal II-2017.



Kedua, alokasi aset dengan Rencana Strategis BPJS menetapkan target 23 persen alokasi ekuitas pada 2018 dibandingkan dengan 19 persen saat ini (meskipun ini tidak bisa mengesampingkan kondisi di mana pergeseran ekuitas pada 2016 telah mengurangi waktu yang diperlukan untuk mencapai target ini).



"Selain itu, dana pensiun telah mengalami penurunan bobot ekuitas sebesar 400 bps dalam empat tahun terakhir," sebut laporan itu.

Alokasi ekuitas dana pensiun meningkat sebesar USD2,3 miliar pada 2018. Taspen, layanan jaminan sosial pegawai negeri sipil, mengumumkan pada rencana 2018 untuk menggandakan lebih dari dua kali alokasi ekuitas, dari tujuh persen di Desember 2017 sampai 15 persen pada Desember 2018.


Sumber: Morgan Stanley

"BPJS Ketenagakerjaan mengumumkan pada rencana 2018 bahwa mereka menargetkan pertumbuhan investasinya sebesar 19 persen pada 2018 dari Rp317 triliun menjadi Rp378 triliun," ungkap laporan tersebut.



Secara keseluruhan, Morgan Stanley menilai potensi besar arus lokal menarik untuk dicermati dan tidak mudah diabaikan karena akan membuat pasar menjadi lebih defensif. Menurut Morgan Stanley, ada tiga faktor yang harus diperhatikan.


Sumber: Bappenas

Pertama keyakinan stabilitas politik, yang bisa mendorong meningkatnya aktivitias sektor swasta dan membantu pergerakan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan pada tingkat belasan persen. Kedua, perbaikan konsumsi yang kemungkinan besar membutuhkan lebih sedikit penegakan pajak. Ketiga, efek multiplier yang lebih berarti dari investasi infrastruktur.

 


(ABD)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA