Kualitas Pendidikan Indonesia Masih di Bawah Vietnam

Suci Sedya Utami    •    Senin, 04 Dec 2017 12:47 WIB
pendidikanpertumbuhan ekonomiapbnekonomi indonesia
Kualitas Pendidikan Indonesia Masih di Bawah Vietnam
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/MOHAMAD IRFAN)

Jakarta: Pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam penguatan masyarakat golongan menengah sebagai bagian dari penopang ekonomi dalam negeri. Namun kenyataanya, kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara sesama regional ASEAN.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan berdasarkan data yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Cavez, Indonesia dengan Vietnam sama-sama mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bidang pendidikan.

Namun, jika dilihat hasilnya dari kualitas pendidikan maka Vietnam berada di atas Indonesia. Tentu hal semacam ini sangat disayangkan dan perlu ada upaya bersama agar mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia bisa terus meningkat dari waktu ke waktu, dan nantinya bisa memberi efek positif terhadap perekonomian.

"Indonesia membelanjakan 20 persen APBN untuk pendidikan, terlihat sama dengan Vietnam. Tapi hasilnya Indonesia skor di 64-68, dan Vietnam itu di 80-an. Sama-sama 20 persen untuk pendidikan, tapi hasilnya sangat berbeda," kata Ani, biasa ia disapa, di acara Bank Dunia, di Energy Building, Jakarta Selatan, Senin, 4 Desember 2017.

Hasil tersebut, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, bukan dikarenakan dari besaran anggaran namun bagaimana membelanjakan anggaran dengan berkualitas untuk menciptakan pendidikan yang juga berkualitas serta sepadan dengan negara lain.

"Maka kita juga sangat perlu untuk perbaiki sisi tata kelola dan hasil atau efektivitas dari penggunaan anggaran pendidikan itu. Ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam meningkatkan peranan dan kualitas kelas menengah," tutur Ani.

Lebih jauh, dia bilang, salah satu yang sangat diperbaiki yakni sistem pendidikan. Menurut Ani, fungsi pendidikan di Indonesia telah didelegasikan ke masing-masing pemerintah daerah. Sehingga komitmen di daerah untuk bisa memperbaiki kualitas pendidikan menjadi hal yang sangat penting, baik dari kualitas guru maupun kurikulum.

"Tata kelola rekrutmen guru yang selama ini dilakukan di daerah juga perlu diperbaiki dari kualitas assurance-nya. Mendikbud bisa saja tetapkan mana yang qualified dan tidak qualified sehingga tidak menimbulkan persoalan pelik mengenai jumlahnya banyak tapi kualitasnya enggak bagus," pungkas dia.


(ABD)

Petaka di Gedung Bursa

Petaka di Gedung Bursa

15 hours Ago

77 orang terluka dalam insiden ambruknya selasar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Polisi m…

BERITA LAINNYA