Bappenas: Butuh 5 Tahun Pindahkan Ibu Kota Negara

Desi Angriani    •    Jumat, 07 Jul 2017 08:16 WIB
pemindahan ibukota
Bappenas: Butuh 5 Tahun Pindahkan Ibu Kota Negara
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut butuh waktu setidaknya lima tahun untuk memindahkan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa. Pasalnya, pemindahan ibu kota tak melulu urusan kesiapan infrastruktur melainkan landasan hukum hingga desain kota.
 
"Pemindahan ibu kota kalau dipindah butuh 4-5 tahun," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Menurut Bambang, kajian terkait pemindahan ibu kota baru berada di tahap awal dan ditargetkan rampung pada akhir 2017. Kajuan tersebut berupa penentuan lokasi  baru dengan membidik wilayah Kalimantan.

Sementara itu, skema pendanaan direncanakan dengan tidak membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satunya dengan mengandalkan investasi dari pihak swasta. "Pokoknya kita kerja sama pemerintah dan badan usaha," tutur Bambang.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Regional Bappenas Arifin Rudiyanto menambahkan, ada tiga tahapan dalam proses pemindahan ibu kota negara. Pertama, menentukan kriteria wilayah, kedua menyiapkan lahan dan skema pendanaan serta terakhir pembangunan infrastuktur

"Security-nya seperti apa, ketersediaan lahannya seperti apa. Banyak variabelnya, itu harus disiapkan dulu setelah itu diputuskan secara politik. Jadi masih panjang," ungkap dia.

Kendati demikian, pemerintah telah mempelajari negara-negara lain yang sukses melakukan pemindahan ibu kota negara. Seperti Australia, Brasil, dan Kazakhstan. "kita pelajari semua apa saja yang mereka perhatikan," katanya.

 


(ABD)