BI Salurkan Rp66,5 Triliun hingga 13 Juni

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 14 Jun 2017 16:38 WIB
bank indonesiapenukaran uang
BI Salurkan Rp66,5 Triliun hingga 13 Juni
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat arus uang yang keluar dari bank sentral (outflow) dari 29 Mei sampai dengan 13 Juni 2017 atau 11 hari kerja adalah Rp66,5 triliun. Jumlah ini sekira 39,8 persen dari total proyeksi kebutuhan uang selama Ramadan dan Idul Fitri sebesar Rp167 triliun.

"Persentase terbesar dari penarikan ini adalah pada kegiatan perarikan uang oleh perbankan, yaitu sebesar Rp55,9 triliun atau 82,8 persen," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 14 Juni 2017.

Dirinya menambahkan, kebutuhan uang tunai di masyarakat akan terus meningkat terlebih lagi pada hari-hari menjelang libur Lebaran tahun ini. Selain itu kebutuhan uang tunai di perusahaan swasta maupun Kementerian dan Lembaga akan meningkat seiring pencairan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Diperkirakan dalam beberapa hari mendatang jumlahnya bertambah seiring pembayaran gaji, THR pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta. Sehingga diperkirakan (kebutuhan uang tunai) akan mendekati jumlah Rp167 triliun," jelas dia.

BI, lanjut dia, akan terus menyediakan layanan penukaran uang khususnya uang pecahan kecil bagi masyarakat. Bahkan bank sentral menggandeng beberapa bank nasional termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang beranggotakan empat bank pemerintah.

Tak hanya di kota-kota besar yang ada di Indonesia, tetapi BI bersama dengan perbankan menyediakan layanan penukaran uang di daerah terpencil, terluar, dan terdalam di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dilakukan untuk memastikan uang yang ada di masyarakat adalah uang layak edar.

"Kegiatan penukaran uang serentak ini baru pertama kali dilakukan bersama-sama dengan jumlah sangat besar dan menyebar. Diharapkan bukan hanya saat sekarang menjelang Lebaran, tapi dilakukan secara sistematis, reguler, dan berkesinambungan di masa mendatang," pungkasnya.

 


(AHL)

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif
Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Diatur

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif

57 minutes Ago

Seharusnya Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi masyarakat karena sudah membantu menjal…

BERITA LAINNYA