Demi Dorong Ekspor, BI Biarkan Rupiah Undervalue

Suci Sedya Utami    •    Senin, 11 Sep 2017 19:11 WIB
kurs rupiah
Demi Dorong Ekspor, BI Biarkan Rupiah <i>Undervalue</i>
Illustrasi. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini masih terbilang ada di bawah nilai fundamentalnya atau diikenal dengan istilah undervalue.

Menurut Mirza, Rupiah yang berada saat ini merupakan Rupiah yang mampu mendorong ekspor Indonesia agar lebih kompetitif di dalam perdagangan internàsional.

"Masih undervalue. Rupiah yang mendukung ekspor," kata Mirza di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 20117.

Namun, kata Mirza, ekspor yang dimaksud yakni ekspor dalam bentuk manufaktur, bukan komoditas. Dia bilang untuk komooditas nilainya tidak terlalu bergantung oleh perubahan nilai tukar. Artinya daya saing ekspor komoditas tidak terlalu bergantung pada naik atau turunnya mata uang rupiah.

Dirinya mengatakan, kurs yang undervalue bagus untuk ekspor manufaktur, di samping bisa mencegah impor yang tidak produktif. Mirza bilang, jika kurs terlalu kuat (dari fundamentalnya) maka impor yang tidak produktif akan masuk.

"Jadi menurut BI, Rupiah yang bagus ya yang mendukung ekspor, bisa mencegah impor-impor yang konsumtif. Kurs yang terlalu kuat tidak bagus, kurs yang terlalu lemah juga tidak bagus. Kurs yang sedikit undervalueitu bagus," pungkas dia.


(SAW)