BPD Didorong Tingkatkan Penyaluran KPR Bersubsidi bagi MBR

Angga Bratadharma    •    Selasa, 08 Aug 2017 08:47 WIB
perbankanbank indonesia
BPD Didorong Tingkatkan Penyaluran KPR Bersubsidi bagi MBR
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk lebih banyak lagi menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) didaerahnya.

Hal ini diperlukan karena sejak digulirkannya KPR Subsidi FLPP dari 2010 hingga 2016, kemampuan penyaluran BPD baru 1,2 persen dari total KPR FLPP. Tantangan BPD dalam penyaluran KPR diantaranya harus bersaing dengan bank umum nasional yang telah lama menyalurkan KPR.

Selain itu tantangan lainnya adalah kemampuan pengelolaan dana jangka panjang karena keterbatasan sumber dana jangka panjang yang dimiliki BPD.  Untuk meningkatkan kapasitas BPD dalam penyaluran KPR, Kementerian PUPR bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan Asosiasi Bank Daerah (Asbanda).

Adapun kerja sama itu menyerahkan Standar Operasi Prosedur (SOP) KPR BPD SMF dan SOP Kredit Modal Kerja-Konstruksi Perumahan SMF (KMK KP SMF) kepada 25 BPD. Penyerahan SOP tersebut diikuti dengan penandatanganan komitmen melaksanakan SOP oleh masing-masing perwakilan BPD, diikuti dengan diskusi kebijakan perumahan serta strategi implementasinya.   

Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti mengatakan, adanya kedua SOP tersebut akan berdampak pada kemudahan MBR dalam mendapatkan KPR FLPP karena para calon kreditur cukup datang ke BPD setempat untuk mengajukan permohonan kredit tanpa harus ke kota besar.

"Permintaan rumah MBR dengan penghasilan maksimum Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun dinilai masih tinggi," ungkap Lana, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Pada 2017, dana bantuan pembiayaan perumahan dialokasikan sebesar Rp3,1  triliun untuk KPR FLPP bagi 40.000 unit dari DIPA APBNP TA 2017 dan Rp1,4 triliun dari pengembalian pokok KPR FLPP. Kemudian juga dialokasikan Rp615 miliar bagi pembiayaan 239 ribu unit rumah melalui KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB),.

Selain itu, juga sebesar Rp1,1 triliun untuk membiayai sebanyak 279 ribu unit rumah melalui Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).  Dengan demikian, percepatan penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan melalui BPD sebagai entitas pembiayaan perumahan yang tersebar sampai pelosok daerah dipandang perlu.


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA