Jokowi Minta Jajarannya Waspadai Geopolitik Internasional

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 15 May 2018 12:59 WIB
ekonomi indonesia
Jokowi Minta Jajarannya Waspadai Geopolitik Internasional
Presiden Jokowi. Foto: Antara/Adeng Bustomi.

Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta jajarannya mewaspadai segala dinamika yang terjadi di dunia internasional. Hal itu guna menjaga momentum pertumbuhan perekonomian nasional.
 
"Kita harus selalu waspada terhadap risiko terutama ketidakpastian global, ketidakpastian ekonomi global, volatilitas keuangan global yang dipicu kebijakan normalisasi moneter di Amerika Serikat telah banyak mengakibatkan depresiasi mata uang negara-negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia," kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.
 
Ia bersyukur posisi Indonesia masih lebih baik dari negara-negara lain. Namun, ia mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap waspada terhadap geopolitik internasional.
 
"Kita juga perlu menyiapkan mitigasi ketidakpastian global ini, serta antisipasi pergerakan menuju keseimbangan baru ekonomi global," ujar dia.

Baca: RI Berpeluang Masuk Lima Besar Ekonomi Terkuat Dunia

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2018 ini mencapai angka 5,06 persen. Menurut dia, tingkat pertumbuhan itu harus bisa ditingkatkan lagi dengan menjaga daya beli, meningkatkan investasi, dan meningkatkan daya saing ekspor.
 
Khusus untuk ekspor, eks Gubernur DKI Jakarta itu ingin berbagai hambatan ekspor baik perizinan di perbankan, pembiayaan, dan pajak dan harus segera dihilangkan. Hal itu bukan hanya berlaku kepada pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah.
 
"Dan, jangan kita ragu untuk mendesain insentif-insentif yang tepat segera lakukan sekarang dan kita harapkan manfaatnya akan segera datang," ucap dia.
 
Kepala Negara juga jajarannya tetap fokus menjaga stabilitas keamanan. Dengan begitu, segala program pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan bisa berjalan dengan lancar
 
"Saya juga minta agar kita juga tetap fokus menjaga stabilitas keamanan sehingga suhu kerja untuk perbaikan kesejahteraan penurunan kemiskinan serta menciptakan lapangan pekerjaan terus dapat kita teruskan dan kita percepat kita perbaiki," pungkas dia.




(FZN)