Isi Laporan APBN-P 2016 Menkeu ke Jokowi

Desi Angriani    •    Jumat, 16 Sep 2016 23:42 WIB
apbnp 2016
Isi Laporan APBN-P 2016 Menkeu ke Jokowi
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melaporkan pelaksanaan anggaran pendapatan belanja negara perubahan (APBN-P) 2016 ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pihaknya juga melaporkan progres pembahasan untuk rencana APBN 2017. Dirinya melaporkan bahwa penerimaan negara sampai dengan Agustus mencapai 46,1 persen dari target APBN-P 2016 dan sampai dengan akhir tahun perkiraan pada sidang kabinet sebelumnya bahwa ada penerimaan sebesar Rp219 triliun yang lebih rendah dari APBN-P 2016.

"Ini masih sama kami tidak memperkirakan perubahan dari rencana. Outlook dari realisasi akhir tahun ini. Tentu kita akan melihat terus perkembangan yang terjadi di seluruh Kanwil perpajakan di dalam mencapai target penerimaan negara baik yang berasal dari rutin maupun yang berasal dari amnesti pajak dan upaya-upaya perpajakan lainnya termasuk dari Bea Cukai dan PNBP," jelas Sri Mulyani, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Dia menjelaskan, dari sisi penerimaan negara, perkembangannya pada bulan ini hingga tiga bulan ke depan harus diperhatikan secara teliti karena akan menentukan jumlah kemampuan Indonesia untuk membelanjakan seluruh pengeluaran yang telah dikomitmenkan oleh pemerintah.

"Ada suatu risiko yang muncul yaitu dari sisi cost recovery dan dari penerimaan sumber daya migas, di mana kita melihat sampai dengan Juli realisasi cost recovery yang dilaporkan telah mencapai USD6,5 miliar, sementara di APBN-P hanya dianggarkan sebesar USD8 miliar," bebernya.

Oleh karena itu, tambah dia, ada kemungkinan cost recovery melebihi yang ada dalam APBN-P 2016 sebesar USD8 miliar sehingga memberi tambahan pengeluaran yang kemudian akan mengurangi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sumber daya alam.

"Ini yang mungkin perlu untuk kita tambahkan dari sisi kemungkinan risiko dari sisi APBN 2016," tambah dia.


(HUS)