Chatib Basri: Kelola APBN di Masa Transisi Lebih Sulit

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 30 Nov 2016 16:01 WIB
apbn
Chatib Basri: Kelola APBN di Masa Transisi Lebih Sulit
Chatib Basri. (FOTO: Antara/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyebutkan, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada masa transisi lebih sulit. Sebab pada masa itu tarik menarik kepentingan politik antara pemimpin berkuasa dan yang akan mengambilalih kekuasaan menjadi lebih berat.

"Agak challenging, membuat APBN dalam situasi transisi. Membuat APBN yang nantinya menentukan pemerintahan berikutnya. Saat itu APBN hanya baseline kenaikan anggaran mengikuti kenaikan inflasi," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Dirinya menambahkan, pemerintah yang tengah membahas APBN bisa jadi kurang memberi perhatian ketika akan terjadi pemilihan. Apalagi jika pemerintahan itu tidak mendukung pemerintahan baru karena APBN sangat baseline.




Chatib menceritakan, pada masa itu dirinya mendesain APBN selama empat bulan. Setelah itu APBN akan direvisi oleh pemerintahan baru sehingga memunculkan bahwa penyusunan APBN lebih rumit dan tidak akan membuat APBN yang agresif.

"Kalau saya boleh lesson learn di 2013 waktu hadapi taper tantrum, fiskal yang kredibel sangat penting, itu adalah anchor, saat ekonomi overheat budget harus di-cut untuk mengembalikan kredibilitas," jelas dia.

Selain itu, pengelolaan APBN untuk menetapkan penerimaan menjadi sulit. Terlebih jika melihat sturktur pajak tergantung pada perusahaan kredibel yang di bidang sumber daya alam (SDA) sehingga menimbulkan situasi kolaps.

"Siklus ekonomi kelihatannya harus diperhatikan, overheat, kebijakan moneter dan budget lebih ketat. Saat baik, ekspansi fiskal dilakukan, jadi kembali ke wisdom lama stabilitas makro anchor kestabilan ini," pungkasnya.

 


(AHL)