Pemerintah Berencana Lelang SUN 23 Mei

   •    Kamis, 18 May 2017 18:56 WIB
surat utang
Pemerintah Berencana Lelang SUN 23 Mei
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah akan melelang lima seri obligasi negara atau Surat Utang Negara (SUN) 23 Mei 2017, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis 18 Mei 2017, menyebutkan jumlah indikatif SUN yang dilelang sebesar Rp12 triliun dengan target maksimal yang dimenangkan Rp18 triliun.

Kelima seri obligasi itu adalah seri SPN03170825 (penerbitan baru) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 25 Agustus 2017 serta seri SPN12180201 (penerbitan baru) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 1 Februari 2018.

Selain itu, seri FR0059 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 7,0 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2027, seri FR0074 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 7,5 persen dan jatuh tempo 15 Agustus 2032 dan seri FR0072 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 8,25 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2036.

Penjualan SUN akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia dan bersifat terbuka, menggunakan metode harga beragam. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) membayar sesuai imbal hasil yang diajukan.

Sedangkan, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif akan membayar sesuai dengan imbal hasil rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual kelima seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

Dalam lelang sebelumnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp14 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa 9 Mei dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp24,1 triliun.


(AHL)