Neraca Perdagangan Indonesia Catat Surplus USD0,45 Miliar di Mei 2017

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 15 Jun 2017 12:27 WIB
neraca perdagangan indonesia
Neraca Perdagangan Indonesia Catat Surplus USD0,45 Miliar di Mei 2017
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Hasbullah. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2017 mengalami surplus USD0,47 miliar. Surplus ini didukung oleh sektor nonmigas yang surplus sebesar USD1,03 miliar sementara neraca perdagangan sektor mogas mengalami defisit USD0,55 miliar.

"Dari sisi volume perdagangan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 28,52 juta ton pada Mei 2017," kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Hasbullah di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Kamis 15 Juni 2017.

Dirinya menambahkan, surplus dari sisi volume dipengaruhi oleh surplus di sektor nonmigas 29,09 juta ton. Namun begitu volume neraca perdagangan sektor migas mengalami defisit 0,57 juta ton.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia Mei 2017 mencapai USD14,29 miliar atau meningkat 7,62 persen dibanding ekspor April 2017. Sementara dibanding Mei 2016 meningkat 24,08 persen. Ekspor nonmigas Mei 2017 mencapai USD13,02 miliar, naik 6,37 persen dibanding April 2017, sedangkan dibanding ekspor Mei 2016 naik 23,34 persen.

"Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2017 mencapai USD68,26 miliar atau meningkat 19,93 persen dibanding periode yang sama di 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai USD61,98 miliar atau meningkat 20,10 persen," jelas dia.

Adapun nilai impor Indonesia Mei 2017 mencapai USD13,82 miliar atau naik 15,67 persen dibanding April 2017, namun jika dibandingkan Mei 2016 meningkat 24,03 persen. Impor nonmigas Mei 2017 mencapai USD12,00 miliar atau naik 16,49 persen dibanding April 2017, namun jika dibanding Mei 2016 meningkat 26,65 persen.

"Impor migas Mei 2017 mencapai USD1,82 miliar atau naik 10,54 persen dibanding April 2017, sedangkan jika dibanding Mei 2016 meningkat 9,10 persen," pungkasnya.


(AHL)