Pemerintah akan Naikkan Total Penerbitan SBN Ritel

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 04 Oct 2018 15:21 WIB
surat utang
Pemerintah akan Naikkan Total Penerbitan SBN Ritel
Illustrasi. Dok: Metrotvnews.com.

Jakarta: Pemerintah akan menaikan total penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tahun ini jika permintaannya tinggi. SBN ritel terdiri dari saving bond ritel (SBR), obligasi ritel (ORI), dan sukuk tabungan. Tahun ini, pemerintah menargetkan penerbitan SBN retail sebanyak Rp30 triliun.

Tercatat, setelah penerbitan SBR 003, Sukri 010, dan SBR 004, pemerintah telah menerbitkan sebanyak Rp17 triliun. Artinya, tersisa Rp13 triliun untuk mencapai target penerbitan SBN ritel tahun ini.

"Kita sudah capai Rp17 triliun dari tiga penerbitan yang retail. Tersisa dua instrumen, kan jadi ada Rp13 triliun sisanya," kata Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

Loto menjelaskan dua instrumen yang dimaksud adalah ORI 015 yang ditawarkan hari ini dan Sukuk Tabungan. Berdasarkan target penerbitan SBN Retail tahun ini, total penerbitan dua instrumen tersebut sebanyak Rp13 triliun.

Namun meski demikian, Loto tidak menjelaskan rinci mengenai target masing-masing instrumen itu. Ia hanya menyebutkan pemerintah mengalokasikan kuota untuk mitra distribusi ORI 015 sebesar Rp10 triliun.

"Jadi nanti yang tersisa dari ORI ini berapa. Kalau ternyata dia demandnya ternyata Rp11 triliun, tersisa Rp2 triliun (Sukuk Tabungan). Tapi kalau ternyata demand lebih bisa saja up size," tutur dia.

Lebih lanjut, kata Loto, jika permintaan ORI 015 besar yakni hingga menembus target Rp13 triliun, pemerintah akan tetap membuka Sukuk Tabungan. Hal itu dilakukan karena banyak investor yang mengalokasikannya ke instrumen berbasis syariah.

"Tetap dong, karena saat ini ada investor syariah, yang memang hanya bisa membeli instrumen syariah. Jadi kita ingin penuhi demand ini," pungkas dia.


(SAW)